Soloraya
Rabu, 20 Februari 2013 - 13:47 WIB

REVITALISASI PASAR KLEWER: Tolak Investor, Andalkan APBN

Redaksi Solopos.com  /  Tutut Indrawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (Dok/JIBI/SOLOPOS)

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLO–Pemkot Solo terus mengupayakan dana revitalisasi Pasar Klewer meski masih terdapat pro-kontra antar pedagang.

Advertisement

Alih-alih mendekati investor, Pemkot tetap mendekati pemerintah pusat untuk membiayai revitalisasi yang mencapai Rp300 miliar. Hal itu diungkapkan Walikota Solo,  FX Hadi Rudyatmo, saat ditemui di lahan eks-Faroka Laweyan, Rabu (20/2/2013).

“Cari dana ya jalan terus. Kalau untuk rakyat ya jalan terus” ujar Rudy.

Advertisement

“Cari dana ya jalan terus. Kalau untuk rakyat ya jalan terus” ujar Rudy.

Sebelumnya, Walikota sempat mengirim sinyal menghentikan sementara upaya mencari bantuan. Sikap itu merujuk pro-kontra revitalisasi yang masih berlangsung hingga saat ini.  Disinggung mengenai sumber pendanaan revitalisasi, pihaknya tetap mengupayakan APBN. Rudy tak melihat opsi investor sebagai alternatif ideal pembiayaan revitalisasi.

“Tidak gunakan investor agar lebih meringankan pedagang. Alangkah baik kalau investornya pedagang-pedagang itu sendiri,” tutur Rudy.

Advertisement

“Dari APBD kan sudah ada untuk FS dan DED. Kalau untuk revitalisasi belum mikir ke sana.”

Dimintai pendapat mengenai campur tangan Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi) dalam revitalisasi Pasar Klewer, Rudy tak memusingkannya. Walikota menilai sah-sah saja setiap kalangan mengutarakan aspirasinya.  Sebagaimana diketahui, Ikappi bersama HPPK getol menolak revitalisasi Pasar Klewer. Ikappi pun mengancam menghalangi proses pencairan bantuan dari Kemendag.

“Saya berpikiran positif sajalah, diemin saja. Lagipula sudah saya cek di Kemendag, tidak ada itu yang namanya Ikappi mau menyetop bantuan,” ujarnya sambil tersenyum.

Advertisement

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto, berpendapat sulit mengandalkan dana revitalisasi dikaver seluruhnya dari pemerintah. Untuk itu perlu sumber dana lain, dalam hal ini investor, untuk mendukung rencana tersebut.

Menurutnya, opsi menggandeng pihak ketiga bisa meringankan beban pedagang Pasar Klewer. “Sementara kekhawatiran monopoli investor bisa ditangkal dengan peran Pemkot dalam mengendalikan sarana dan fasilitas umum,” tandasnya.

Simak berita terkait : http://digital.solopos.com/file/20022013/

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif