Soloraya
Senin, 13 Februari 2023 - 08:01 WIB

Ruang Koperasi SMPN 3 Nguter Sukoharjo Terbakar, Kerugian Rp10 Juta

Magdalena Naviriana Putri  /  Ponco Suseno  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi api. (freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO — Musibah kebakaran melanda ruang Koperasi SMPN 3 Nguter di Kedungwinong, Nguter, Sukoharjo, Minggu (12/2/2023) sore. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp10 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan kejadian kebakaran itu dilaporkan pada pukul 16.43 WIB.

Advertisement

“Kejadian dilaporkan pada pukul 16.43 WIB, kami sampai di lokasi pukul 16.48 WIB. Pemadaman selesai sekitar pukul 17.05 WIB,” jelas Margono saat dimintai konfirmasi, Senin (13/2/2023).

Margono membeberkan luas area terbakar sekitar 6 meter persegi dengan total luas bangunan 21 meter persegi. Sementara estimasi kerugian mencapai Rp10 juta. Sekitar 90% ruangan dan barang lainnya berhasil diselamatkan.

Saat terjadi kebakaran, kondisi ruang koperasi tutup dan di kunci. Saksi pertama yang mengetahui kebakaran, yaitu seorang pedagang angkringan dekat sekolah yang melihat ada asap keluar dari ruangan sekolah. Penjual angkringan tersebut kemudian melaporkan ke penjaga sekolah.

Advertisement

“Setelah dicek ternyata yang terbakar ruang koperasi. Kemudian pintu dijebol, terus penjaga sekolah dibantu warga melakukan pemadaman manual dan melaporkan kejadian kebakaran ke kantor Pemadam Kebakaran Sukoharjo,” jelas Margono.

Seusai mendapatkan laporan, dia menerjunkan dua mobil pemadam kebakaran beserta tujuh personel untuk memadamkan kobaran api. Aksi pemadaman tersebut juga dibantu warga sekitar tanpa melibatkan Damkar Kabupaten/Kota lain.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kobaran api juga tidak merembet ke bangunan kelas lainnya. Margono menyebut kebakaran tersebut dipicu korsleting.

Advertisement

Kejadian kebakaran tersebut sempat diunggah akun @infocegatansukoharjo yang mengundang beragam komentar warganet. Kolom komentar tersebut didominasi nostalgia mantan warga sekolah bak reuni. Mereka menceritakan kenangan selama menghabiskan waktu di sana.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif