Soloraya
Rabu, 4 Februari 2015 - 02:10 WIB

SALURAN IRIGASI : Perbaikan Irigasi di 4.000 Ha Sawah Sragen Belum Dimulai

Redaksi Solopos.com  /  Septina Arifiani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Saluran Irigasi (JIBI/Dok)

Saluran irigasi di 4.000 hektare sawah belum dimulai karena belum ada pencairan dana.

Solopos.com, SRAGEN — Meski telah dilaksanakan pencanangan secara serentak di Indonesia, Senin (19/1/2015), gerakan perbaikan jaringan salurab irigasi di 4.000 hektare (ha) lahan pertanian di Sragen hingga saat ini belum dimulai.

Advertisement

Penyebabnya, anggaran pelaksanaan program itu belum siap. Kepala Dinas Pertanian Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi, mengatakan perbaikan jaringan saluran irigasi yang tersebar di delapan kecamatan di Sragen menunggu pencairan dana dari pemerintah pusat. Eka Rini mengaku tidak mengetahui jadwal pencairan dana tersebut karena merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

“Dana perbaikan irigasi dari pemerintah pusat nanti di-CC [carbon copy] ke Pemprov Jateng melalui Dinas Pertanian [Jateng]. Jadi prosedurnya dana perbaikan akan langsung diberikan ke pengurus GP3A [Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Ai],” kata Eka Rini saat dijumpai Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2015).

Eka Rini menjelaskan Dinas Pertanian Sragen hanya menjadi pendamping dalam program Kementerian Pertanian itu. Menurut dia, selagi menunggu kepastian pencairan dana, pihaknya fokus menyiapkan tenaga untuk pelaksanaan perbaikan irigasi. Pengurus 30 GP3A di 30 desa di Sragen juga diminta menyiapkan diri.

Advertisement

“Kami tidak bisa mempercepat pencairan. Sudah ada alur, ada prosedurnya. Saat ini yang terpenting para pengurus GP3A mulai menyiapkan apa-apa yang diperlukan dalam perbaikan irigasi sesusai dengan RDKK [Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok] masing-masing,” ujar Eka Rini.

Dia mengimbau perbaikan irigasi dilakukan secara mandiri oleh petani, tanpa perlu menggandeng kontraktor. Dengan demikian, lanjut dia, dana tersebut bisa digunakan secara maksimal. “Kami ingin dalam pelaksanaan nantinya, petani bergotong-royong, terjun sendiri. Selain akan lebih merasa memiliki, irigasi diperbaiki kualitasnya sesuai harapan petani. Yang jelas 2015 semua harus selesai,” imbuh dia.

Sementara itu, Camat Kedawung, Subagyo, mengaku sedikit kecewa dengan tidak adanya informasi yang jelas mengenai jadwal pelaksanaan perbaikan jaringan irigasi tersebut. Menurut dia, setelah dilakukan pencanangan gerakan perbaikan irigasi di Desa/Kecamatan Kedawung tiga pekan lalu hingga saat ini belum ada lagi kegiatan pembangunan.

Advertisement

“Karena irigasi di Kedawung ada yang rusak parah jadinya pencanangan dilakukan di tempat kami. Namun, sampai saat ini memang belum ada perbaikan. Cuma pencanangan dulu itu. Dana perbaikan belum turun. Kami tentu berharap dana bisa cair segera karena petani juga sudah siap untuk melakukan perbaikan irigasi,” kata Subagyo terkait rencana perbaikan saluran irigasi.

 

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif