SOLOPOS.COM - Ilustrasi serangan monyet (JIBI/Solopos/Dok.)

Pemkab Wonogiri berencana mendatangkan warga Suku Badui untuk membantu mengatasi serangan kera.

Solopos.com, WONOGIRI — Pemkab Wonogiri berupaya mengatasi serangan monyet ekor panjang yang kini mulai menjarah permukiman warga.

Promosi Pegadaian Resmikan Masjid Al Hikmah Pekanbaru Wujud Kepedulian Tempat Ibadah

Beberapa opsi penanganan disiapkan, antara lain menanam pohon buah-buahan yang menjadi pakan monyet dan mendatangkan warga Suku Badui untuk membantu memindahkan satwa-satwa tersebut. (Baca juga: Hadapi Serangan Kera, Desa-Desa Rapatkan Barisan)

Asisten Sekda Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryadi, mengatakan bakal mendatangkan warga Suku Badui untuk membantu mengusir monyet ekor panjang. Setelah menggelar rapat penanganan serangan monyet di Gedung Setda Wonogiri, Selasa (22/8/2017), dia membeberkan hasil rapat itu.

Penanganan jangka pendek akan dilakukan dengan mengerahkan warga Suku Badui. Mereka akan diundang untuk membantu menangkap monyet kemudian memindahkannya ke hutan lain.

Meski demikian, dia belum bisa memastikan lokasi dan waktu penangkapan monyet oleh warga Suku Badui. “Kami perlu inventarisasi lokasi-lokasinya dulu. Kemudian pengerahan Suku Badui itu akan dilaksanakan BKSDA,” kata dia.

Penanganan jangka panjang yakni memperbaiki habitat monyet di hutan dan gunung. Caranya dengan menanam tanaman buah-buahan dan penghijauan untuk menyediakan pakan alami di habitat asalnya.

Penanganan jangka menengah dilakukan dengan menanam tanaman talok dan nanas. Tanaman talok cepat tumbuh sehingga bisa menyediakan makanan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sedangkan buah nanas bisa menghambat reproduksi monyet sehingga tidak mudah berkembang biak.

“Serangan monyet sebenarnya juga dialami beberapa kabupaten lain, apalagi sekarang musim kemarau,” ujar dia.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi adalah minimnya predator alami untuk mengendalikan populasi monyet ekor panjang. Selain itu, cadangan makan yang semakin menipis di hutan membuat satwa tersebut turun ke permukiman untuk mencari makanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya