Soloraya
Minggu, 29 November 2015 - 19:40 WIB

SEKATEN 2015 : Keraton Tunggu Persetujuan Pemkot, Ini Rencana Lokasi Sekaten

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Sekaten Solo. (JIBI/Solopos/Dok)

Sekaten 2015, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih menunggu persetujuan Pemkot Solo terkait lahan Sekaten.

Solopos.com, SOLO–Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih menunggu kepastian persetujuan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terkait usulan lokasi dan waktu penyelenggaraan rangkaian kegiatan Sekaten 2015.

Advertisement

Pengageng III Museum dan Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.R.M.H. Satryo Hadinagoro, mengatakan Keraton Solo mengusulkan kawasan Gladak dan jalan seputar pagar luar Alun-alun Utara Solo bisa digunakan pedagang tradisional yang menjual telur asin, sirih, kapal-kapalan, jenang, dan lain sebagainya bisa berjualan di lokasi tersebut.

“Saya sudah berbicara secara informal dengan Pj. Wali Kota Solo [Budi Suharto] lewat telepon. Prinsipnya beliau setuju. Tapi sampai sekarang balasan surat resmi belum kami terima. Persetujuan ini kaitannya dengan kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah,” terangnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu (29/11/2015).

Advertisement

“Saya sudah berbicara secara informal dengan Pj. Wali Kota Solo [Budi Suharto] lewat telepon. Prinsipnya beliau setuju. Tapi sampai sekarang balasan surat resmi belum kami terima. Persetujuan ini kaitannya dengan kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah,” terangnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu (29/11/2015).

Lebih lanjut Satryo menyebutkan, sebanyak 150-an pedagang tradisional tersebut menjadi prioritas yang diakomodasi Keraton Solo pada penyelenggaraan Sekaten 2015.

“Kami ingin mengakomodasi pedagang tradisional. Biar mereka tidak kecewa. Ini perayaan tahunan. Sudah banyak pedagang yang menyiapkan dagangannya jauh-jauh hari,” jelasnya.

Advertisement

”Rangkaian pendukung acara utamanya paling singkat saat ini. Namun hal itu tidak mengurangi esensi upacara adat yang tetap digelar selama tujuh hari,” katanya.

Disinggung soal penolakan pedagang Pasar Darurat Klewer, Satryo meminta pengertian pedagang pasar darurat.

“Pedagang pasar mau menolak mangga [silakan]. Mereka kan habis terkena musibah kebakaran. Mbok sama-sama pengertian. Kalau pedagang tradisional dilarang berjualan, itu sama saja menciptakan musibah buat pedagang tradisional,” jelas dia.

Advertisement

Ketua Himpunan Pedagan Pasar Klewer (HPPK), Kusbani, menuntut pemerintah melibatkan perwakilan pedagang pasar darurat minta sebelum membuat keputusan final penyelenggaraan Sekaten 2015.
“Pedagang seharusnya dilibatkan sebelum membuat keputusan. Mari dicari solusi terbaik bersama untuk semuanya,” ujarnya secara terpisah.

Kusbani mengatakan salah satu pertimbangan utama pedagang keberatan dengan penyelenggaraan rangkaian kegiatan acara Sekaten 2015 di sekitar lokasi Pasar Darurat Klewer terkait keamanan dan kenyamanan.

“Utamanya soal keamanan. Selain itu juga kenyamanan pengunjung dan pengguna jalan. Apakah benar tidak ada tempat lain?” tanyanya.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif