Soloraya
Sabtu, 13 Juni 2020 - 06:00 WIB

Sekda Klaten Minta Sekolah Bentuk Gusgas PP Covid-19

Ponco Suseno  /  Cahyadi Kurniawan  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pendidikan. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN – Pemkab Klaten meminta pengelola sekolah agar membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian atau Gusgas PP Covid-19 di lingkungan sekolah. Hal itu ditujukan guna mencegah persebaran virus corona di lingkungan sekolah.

Demikian penjelasan Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, saat ditemui Solopos.com, di Jl. Pemuda Klaten, Jumat (12/6/2020) siang. Permintaan pembentukan Gusgas Covid-19 di lingkungan sekolah itu disampaikan bersamaan dengan pembekalan training of trainers (TOT) yang diikuti sejumlah pengelola sekolah via online, Jumat (12/6/2020) pagi.

Advertisement

“Ini penting guna menghadapi peserta didik jika sudah masuk sekolah di waktu mendatang. Yang perlu ditekankan, Covid-19 ini belum selesai sehingga perlu dilakukan pencegahannya,” katanya.

Jaka Sawaldi mengatakan Gusgas PP Covid-19 di lingkungan sekolah bakal mengatur terkait ketentuan-ketentuan yang akan diterapkan di sekolah di tengah pandemi Covid-19. Pemkab Klaten berharap, lingkungan sekolah harus benar-benar steril dan menaati protokol pencegahan Covid-19 sehingga terbebas dari virus corona.

Pemkab Wonogiri Tiadakan WFH, Tapi…

Advertisement

“Jadi, semuanya harus disiapkan agar terhindar dari virus corona. Jangan sampai ada yang terpapar [virus corona] di lingkungan sekolah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jaka Sawaldi juga meminta kepada para guru agar tetap menekankan pembelajaran berpola dua arah dengan peserta didiknya. Selain memudahkan mengontrol aktivitas peserta didik, pola pembelajaran dua arah diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal.

“Harus ada timbal balik [antara guru dengan peserta didik] saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sehingga, peserta didik tak hanya dijadikan sebagai objek di tengah pembelajaran via online seperti saat sekarang,” katanya.

Advertisement

Sebelumnya, Kepala SMPN 1 Jogonalan, Klaten, Endah Sulistyowati, mengatakan sekolahnya sudah mulai memikirkan prosedur operasional standar (SOP) kegiatan belajar mengajar menjelang meghadapi kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu termasuk mengatur tata cara para peserta didik dan guru saat masuk ke lingkungan sekolah dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.

“Nantinya, kami harus menyediakan thermometer gun serta sarana dan prasarana (sarpras) lainnya [guna mendukung protokol pencegahan Covid-19],” katanya.

Wow! Siapa Sangka Danau Cantik Ini Ada di UMS Solo

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif