Soloraya
Selasa, 3 Mei 2022 - 23:59 WIB

Tabrak Lari Beruntun Kartasura: Tersangka Ditahan, Korban Sudah Pulang

Magdalena Naviriana Putri  /  Suharsih  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Mobil pelaku tabrak lari beruntun dihentikan warga di depan RS UNS, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (1/5/2022) malam. (Solopos/Magdalena Naviriana Putri)

Solopos.com, SUKOHARJO — Korban tabrak lari beruntun di Kartasura, Sukoharjo, yang sempat dirawat di RSIS Yarsis karena mengalami luka saat ini sudah pulang di rumah. Di sisi lain, tersangka kasus tabrak lari tersebut, Irawan, saat ini masih ditahan polisi.

Hal itu diungkapkan Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Ipda Guntur Setiawan, saat dihubungi Solopos.com melalui pesan Whatsapp, Selasa (3/5/2022) malam. “Tsk msh [tersangka masih] diamankan. Korban sdh dirumah semua, hnya luka ringan,” tulis Guntur dalam pesan Whatsapp.

Advertisement

Sebagaimana diberitakan, tabrak lari beruntun terjadi di sejumlah lokasi mulai dari underpass Makamhaji hingga RS UNS, Jl Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (1/5/2022) malam. Pelakunya mengendarai mobil Honda Mobilio warna punya yang ternyata merupakan mobil rental

Setidaknya 10 orang menjadi korban tabrak lari beruntun di Kartasura, Sukoharjo, tersebut. Pelaku yang bernama Irawan, warga Sumber, Banjarsari, Solo, kini sudah berstatus tersangka.

Awalnya, mobil rental yang dikendarai Irawan itu melaju dari Purbayan dan menabrak satu orang di underpass Makamhaji. Mobil langsung kabur dan menabrak pengendara lain di beberapa lokasi seperti di jalan menuju Kleco, di simpang Kleco, hingga RS UNS Jl A Yani, Kartasura.

Advertisement

Baca Juga: Tersangka Tabrak Lari Beruntun Di Kartasura Ternyata Pakai Mobil Rental

Total jumlah korban tabrak lari Kartasura itu sekitar 10 orang di mana empat di antaranya menjalani rawat jalan karena luka ringan dan satu dirawat. Saat sampai di RS UNS Solo, mobil dengan tiga penumpang itu langsung dihentikan warga yang mengejar sejak dari underpass Makamhaji.

“Bisa kami kenakan Pasal 310 ayat (2), [ancaman maksimal 1 tahun penjara] dan Pasal 311 UU LLAJ [ancaman maksimal 12 tahun penjara],” katanya Guntur.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif