Soloraya
Sabtu, 23 Mei 2020 - 22:50 WIB

Tanpa Keliling, Lomba Takbir Baluwarti Solo dari Tiap Musala Kampung

Wahyu Prakoso  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Suasana lomba takbir tanpa keliling di Musala Al Wahyu, Baluwarti, Solo, Sabtu (23/5/2020) malam. (Solopos-Ferry Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Menyiasati imbauan tak ada takbir keliling di Kota Solo, warga Baluwarti, Pasar Kliwon, menggelar lomba takbir namun tanpa keliling. Sebanyak 14 kelompok warga mengikuti lomba malam takbir Idulfitri 1441 Hijriyah yang dilakukan di langgar masing-masing kampung di Baluwarti, Sabtu (23/5/2020) malam. Warga menilai makna Idulfitri tak akan berubah walaupun ada wabah virus corona.

Pantauan Solopos.com di Musala Al Wahyu, Mangkuyudan RT 004 RW 001 Kelurahan Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, lomba takbir itu diikuti anak-anak. Mereka duduk melingkar ketika takmir Musala Al Wahyu menyalakan obor.

Advertisement

Pantau Pospam di Prambanan, Bupati Klaten: Jalan Solo-Jogja Sepi!

Gema takbir dari suara anak balita hingga usia belasan tahun berkumandang diiringi tabuhan gendang. Peserta lomba memang takbir sambil duduk di lantai, namun suara mereka terdengar sepanjang kampung di Baluwarti, Solo, tanpa harus keliling.

Anggota Divisi Komunikasi Informasi Jamaah Pemuda Islam Baluwarti, Muhammad Imam Hatami, menjelaskan alasannya. Lomba takbir keliling yang biasa dilakukan setiap tahun di Baluwarti ditiadakan sesuai imbauan pemerintah.

Advertisement

Pemkot Solo Tak Gelar Salat Idulfitri, Tiadakan Takbir Keliling

Sedangkan penilaian dilakukan panitia lomba dengan keliling mendatangi lokasi takbir di masing-masing musala kampung di Baluwarti Solo. Mereka menilai dengan kriteria penilaian keativitas, kekompakan, dan protokol kesehatan untuk menghindari paparan Covid-19.

Menyiasati Pandemi

“Saya kira Covid-19 tidak mengurangi antusiasme masyarakat menyambut Hari Kemenangan. Makna Idulfitri tidak berbeda karena kebersamaan dan silaturahmi tetap ada,” katanya kepada Solopos.com.

Advertisement

Salat Idulfitri di Alun-Alun Batal, Sikap Bupati Karanganyar Jadi Sorotan

Ketua Takmir Musala Al Wahyu, Muhammad Mufti Arif Nuryanto, 35, jamaah selalu bersyukur walaupun dipukul pandemi Covid-19. Jemaah memaknai Lebaran dengan lebih menerima keadaan dan memerkuat solidaritas. Begitu pula dengan lomba takbir di Baluwarti yang dilakukan tanpa keliling seperti anjuran Pemkot Solo.

Meski Batal, Bupati Klaim Salat Id Alun-Alun Karanganyar Sesuai Ketentuan

Ketua RT 004 RW 010, Sulaiman, menjelaskan jemaah Musala Al Wahyu sekitar 150 orang antusias mengukuti lomba takbir dengan menyiapkan kentungan. Kelompok Al Wahyu mendapatkan juara II pada lomba takbir keliling tahun lalu.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif