Soloraya
Senin, 1 April 2013 - 22:16 WIB

TDL Naik, Pemkot Terancam Nunggak Tagihan PLN

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLO — Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% yang dilakukan bertahap tahun ini berpotensi menimbulkan hutang Pemkot pada PLN. Pasalnya, tahun ini Pemkot tidak menganggarkan dana cadangan kenaikan listrik dalam APBD 2013. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto, saat ditemui wartawan di Balaikota, Senin (1/4/2013).

“Potensi penambahan anggaran listrik belum diprediksi. Ya sekarang dicukup-cukupkan dulu. Nanti kekurangannya akan diusulkan di APBD Perubahan,” terangnya.

Advertisement

Selama ini, Pemkot berkewajiban membayar biaya listrik sebesar Rp2,3-Rp2,4 miliar per bulan kepada PLN. Kebutuhan listrik terbanyak ada di di penerangan jalan umum (PJU) dan kantor pemerintahan. Dengan estimasi kenaikan TDL sebesar 4,3% per semester, anggaran listrik Pemkot dipastikan tidak cukup membayar tagihan selama setahun. Pemkot mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lantaran kebijakan berasal dari pemerintah pusat.

“Per 1 April merupakan kenaikan TDL tahap kedua sebesar 4,3%. Sebelumnya, Januari juga naik dengan persentase yang sama,” ujarnya.

Saat ini pihaknya masih menghitung kebutuhan dana tambahan untuk pembayaran tagihan listrik. Meski bergantung pada APBD Perubahan, Sekda menegaskan Pemkot tidak akan berpangku tangan. Menurutnya, upaya penghematan listrik di tiap SKPD harus benar-benar direalisasikan. Salah satumya dengan mengurangi penggunaan barang elektronik yang dirasa tidak perlu.

Advertisement

“Gerakan hemat energi sudah mulai digerakkan melalui kepala SKPD. Ini bisa menjadi solusi alternatif.”

Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Solo, Suwarta, mengatakan tagihan listrik yang ditanganinya mencapai Rp105-Rp115 juta per bulan. Tagihan itu mencakup biaya listrik di Balaikota, rumah dinas walikota dan wakil walikota. Suwarta menyebut sejumlah upaya penghematan telah dilakukan Pemkot. Salah satunya lewat penghematan listrik di tiap instansi setiap akhir pekan.
“Sudah diimbau agar tidak menyalakan lampu hingga sore hari. Penghematan juga dilakukan dengan mengontrol meteran air,” paparnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif