Soloraya
Kamis, 18 Maret 2021 - 22:33 WIB

Temuan Mayat Bayi Kagetkan Pemancing Di Sungai Bengawan Solo Masaran Sragen

Tri Rahayu  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Dua anggota BPBD Sragen mengevakuasi mayat bayi di pinggir Sungai Bengawan Solo, Dukuh Pilang Lor, Desa Pilang, Masaran, Sragen, Kamis (18/3/2021) malam. (Istimewa/BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Temuan mayat bayi menggemparkan warga Dukuh Pilang Lor RT 010, Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen, Kamis (18/3/2021) malam.

Sosok bayi yang diduga berjenis kelamin perempuan itu ditemukan warga yang tengah memancing di pinggir Sungai Bengawan Solo.

Advertisement

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono kepada Solopos.com, Kamis malam, menjelaskan penemuan bayi itu dilaporkan pukul 18.12 WIB. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 19.49 WIB.

Baca Juga: Ini Pemilik "Motor Dinas Ketua RT Colomadu" Karanganyar Yang Viral Di Media Sosial

Sugeng mengatakan identitas bayi itu masih misterius. Umurnya diperkirakan belum ada sebulan. Awal mulanya ada seorang warga yang memancing di Sungai Bengawan Solo. Setelah tiba di sungai, warga melihat sesuatu yang berbau dan dikira bangkai hewan.

Advertisement

"Setelah diamati lebih dekat ternyata sosok mayat bayi yang tersangkut ranting bambu. Atas kejadian itu warga langsung menghubungi warga setempat dan dilanjutkan ke Polsek Masaran," ujar Sugeng mengenai kronologi temuan mayat bayi di Sragen itu.

Baca Juga: Motor Dinas Ketua RT Colomadu Yang Viral Bikin Iri Ketua RT Di Sukoharjo

Sugeng menerima laporan pada pukul 18.12 WIB dan segera menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi kejadian di Dukuh Pilang Lor untuk mengevakuasi mayat bayi itu.

Advertisement

Ia mengatakan situasi hujan dan medan yang cukup susah menjadi hambatan tersendiri bagi TRC dan sukarelawan SAR saat evakuasi mayat bayi itu.

Baca Juga: Pemberantasan Prostitusi Solo, Sejarawan: Kerajaan dan Hindia Belanda Juga Dulu Kelimpungan

"Evakuasi berjalan lancar. Mayat bayi diidentifikasi polisi dan puskesmas setempat. Kemudian langsung dibawa ke unit forensik RSUD dr Moewardi Solo untuk identifikasi lebih lanjut," katanya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif