SOLOPOS.COM - Dirjen Perhubungan Mendatangi Terminal Tirtonadi (JIBI/Solopos/Dok)

Terminal Tirtonadi Solo rampung dibangun. Pengelolaan terminal itu direncanakan diambil alih pusat.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Pusat berencana mengambil alih pengelolaan Terminal Tirtonadi seiring peningkatan status terminal dari tipe B menjadi tipe A.

Promosi Jaga Jaringan, Telkom Punya Squad Khusus dan Tools Jenius

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo ketika berbincang dengan wartawan di rumah dinas Loji Gandrung, Minggu (29/3/2015), mengatakan rencana pengelolaan Terminal Tirtonadi diambil alih oleh Pemerintah Pusat masih proses di Kementrian Perhubungan.

Pemkot secara intens sedang menjalin komunikasi dengan Kemenhub ihwal persoalan tersebut. “Terminal sekarang sudah naik kelas menjadi tipe A. Karena kenaikan kelas terminal maka pengelolaannya nanti dibawah Pusat,” kata Rudy, sapaan akrabnya.

Selama ini, Rudy menerangkan status tanah terminal merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot). Sedangkan untuk bangunan merupakan aset Pemerintah Pusat yang kini tengah dimintakan untuk diserahkan kepada Pemkot. Namun pengelolaannya diserahkan pada Pemerintah Pusat.

Dengan harapan, Rudy mengatakan pengelolaan terminal di tangan pemerintah pusat dinilai akan lebih baik. Hal ini mengingat porsi anggaran pemerintah pusat jauh lebih besar dibanding anggaran daerah.

“Biaya perawatan terminal tidak sedikit, butuh biaya besar karena terminal tipe A. Kalau ditanggung APBD jelas minim anggarannya,” kata Rudy.

Rudy mengatakan pembangunan terminal kini tinggal menyisakan bangunan sisi timur yang dikerjakan pada tahun ini. Selain itu pengembangan pusat perbelanjaan dan area parkir di lantai atas bangunan terminal sisi barat.

Pembangunan pusat perbelanjaan masih menunggu proses penyerahan aset rampung. “Kami targetkan tidak lama lagi penyerahan aset. Sekarang kami bolak balik ke pusat untuk tagih penyerahan aset biar cepat rampung,’ kata Rudy.

Terpisah, Kepala UPTD Terminal Tirtonadi Eko Agus Susanto mengatakan telah mengantongi pemenang lelang dengan nilai investasi Rp45 miliar untuk proyek pembangunan pusat perbelanjaan dan area parkir terminal sisi barat. Konsepnya, Eko mengatakan nanti akan dibangun 75 kios dilengkapi fasilitas umum, dan area parkir yang mampu menampung 100 kendaraan roda empat, serta 500 sepeda motor.

Eko berharap pembangunan lantai atas bisa segera dilaksanakan. Hal ini mengingat kondisi bangunan mangkrak dan jika dibiarkan lama kondisinya bisa rusak.

“Kami berharap tidak lama prosesnya. Sebab pembangunan lantai atas ini bagian dari grand designterminal. Lantai dua kan digunakan untuk parkir dan pusat perbelanjaan,” terangnya.

Lebih lanjut Eko mengatakan penumpang terminal maupun pengantar nanti datang dan parkir di lantai atas, kemudian masuk pusat perbelanjaan baru turun ke terminal. Begitu sebaliknya penumpang datang, pulang lewat pusat perbelanjaan karena kendaraannya diparkir di atas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya