SOLOPOS.COM - Bimbel online gratis milik Kemendikbud (belajar.kemdikbud)

Solopos.com, KLATEN – Pelaku usaha serta tenaga pendidik di Kabupaten Klaten mulai beradaptasi dengan the new normal sebagai akibat dari pandemi Covid-19 yang mengubah rutinitas mereka.

Pada bidang pendidikan, misalnya kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Namun, tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran daring lantaran terkendala alat komunikasi berupa ponsel.

Promosi Pegadaian Buka Lowongan Pekerjaan Khusus IT, Cek Kualifikasinya

Kepala SMPN 1 Jogonalan, Endah Sulistyowati, mengatakan siswa di SMPN 1 Jogonalan tak semua memiliki ponsel. Agar bisa diikuti seluruh siswa, kegiatan belajar mengajar bisa diikuti siswa dengan melihat siaran televisi, hingga radio.

Rutinitas para guru juga berubah sejak pembelajaran dari rumah belaku pada pertengahan Maret lalu. Guru yang biasanya memeriksa kehadiran siswa dengan tatap muka, diubah dengan menghubungi ponsel masing-masing siswa atau pun orang tua.

DPR: New Normal hanya Pepesan Kosong Jika...

Untuk memastikan siswa tetap mengikuti pembelajaran dari rumah, Endah meminta para guru di SMPN 1 Jogonalan jeli mengamati aktivitas siswa. Sesekali guru melakukan video call kepada siswa secara acak untuk memastikan mereka tetap berada di rumah.

Endah mengatakan pandemi Covid-19 memaksa para guru melakukan sistem pembelajaran yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Mereka pun mulai terbiasa dengan the new normal di Klaten.

Ubah Strategi Bisnis

“Semua guru harus kreatif agar siswa tidak jenuh mengikuti pembelajaran. Untuk mengontrol aktivitas guru, saya meminta mereka membuat jurnal harian apa saja yang dilakukan. Karena dalam enam hari itu, dua hari guru ada di sekolah sementara empat hari WFH,” jelas Endah saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (18/5/2020).

Salah satu pengusaha jasa foto, Donny, mengatakan ada pola baru di bidang wedding organizer (WO) menyiasati pandemi Covid-19. Mereka untuk sementara waktu tak bisa menawarkan paket pesta pernikahan dengan menggelar kegiatan di gedung pertemuan dan mendatangkan banyak orang.

Agar tetap bisa menjalankan usaha, pelaku WO mulai menawarkan paket layanan untuk jasa ijab kabul. Paketan itu ditawarkan melalui media sosial.

Hore Harga Rumah Seken Turun 30 Persen, Minat Belanja?

Donny menjelaskan paket ijab kabul itu mendapatkan respon positif. Saat ini, sudah banyak calon pengantin yang memesan jasa WO untuk menyelenggaraan ijab kabul mereka.

“Alhamdulillah sudah ada yang booking untuk kegiatan pernikahan setelah Lebaran. Setidaknya usaha tetap berjalan normal meski nilai pendapatan yang diperoleh separuh dari sebelumnya,,” urai pemilik usaha jasa fotografi bernama Daun Photo tersebut.

Pandemi Covid-19 di Klaten tampaknya melahirkan the new normal baik di sektor bisnis maupun pendidikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya