SOLOPOS.COM - Petugas mengukur suhu tubuh calon pemilih menggunakan thermogun saat pemungutan suara pemilihan kepala daerah di Wonogiri, 9 Desember 2020 lalu. (Solopos.com-Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Alat ukur suhu tubuh digital atau thermogun hibah dari Komisi Pemilihan Umum Wonogiri yang kini menjadi aset Pemerintah Kabupaten masih seribuan unit. Belum banyak pihak yang meminati dengan memohon thermogun hibah KPU Wonogiri itu.

Sekretaris Daerah Wonogiri, Haryono, saat ditemui Solopos.com di kantornya kompleks Sekretariat Daerah, Senin (15/2/2021), menyampaikan sudah ada beberapa pihak yang mengajukan permohonan penggunaan thermogun dan sudah disetujui. Hanya, dia tak hapal pihak mana saja yang sudah menggunakan eks-barang pemilihan kepala daerah 2020 lalu itu.

Promosi Jaga Jaringan, Telkom Punya Squad Khusus dan Tools Jenius

Jumlah thermogun yang masih tersimpan masih lebih dari 1.000 unit. Sebelumnya, KPU menghibahkan thermogun Pemerintah Kabupaten sebanyak 1.951 unit dari total lebih dari 2.000 unit. KPU menghibahkan hanya yang berkondisi normal.

Baca Juga: Peluang Bisnis Camilan

“Barangnya sekarang kami simpan di gudang BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah],” kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Wonogiri itu.

Haryono melanjutkan Pemerintah Kabupaten membuka pintu bagi pihak yang ingin mengajukan permohonan penggunaan thermogun, baik swasta maupun instansi. Permohonan ditujukan kepala Bupati, Joko Sutopo. Keputusan mengabulkan atau tidak mengabulkan permohonan sepenuhnya kewenangan Bupati. Dalam mengambil keputusan Bupati mempertimbangkan beberapa hal, seperti rencana pemanfaatan barang dan lainnya.

“Kelompok masyarakat, pihak swasta, instansi, kantor, dan lainnya boleh mengajukan permohonan. Bupati yang akan memutuskan,” imbuh Haryono.

Baca Juga: Peluang Bisnis Makanan Beku

Ditanya ada tidaknya rencana menggunakan thermogun untuk keperluan pembelajaran tatap muka atau PTM di Wonogiri, dia mengatakan semua itu tergantung kebijakan Bupati. Namun, hingga pertengahan Februari ini pembelajaran masih jarak jauh atau dalam jaringan.

Thermogun Masih Baik

Terlebih, saat ini sedang bergulir pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM berskala mikro.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, mengatakan thermogun disimpan dengan baik. Setiap unit dikemas dengan kardus seperti saat masih baru. Gudang juga tidak terkena air, sehingga barang aman. Setiap hari ada petugas yang berjaga di kantor, termasuk mengawasi gudang.

Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Waralaba

Sebagai informasi, KPU Wonogiri masih menyimpan banyak hazmat dan alat penyemprot atau sprayer. Selain itu masih banyak pula ember yang saat ini masih tersimpan di sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan atau PPK. Namun, barang-barang itu dinilai bukan termasuk barang milik negara.

Ketua KPU Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, menilai lebih baik barang-barang seperti thermogun itu dihibahkan agar lebih bermanfaat untuk pencegahan penularan Covid-19. KPU sama sekali tak menggunakannya.

Selain barang tersebut, sebelumnya KPU memiliki berbagai barang kelengkapan alat pelindung diri atau APD untuk keperluan pemilihan kepala daerah, 9 Desember 2020 lalu, seperti masker dan sarung tangan. Selain itu handsanitizer, disinfektan, dan sebagainya. Alokasi anggaran pengadaan logistik tersebut lebih dari Rp7 miliar.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya