SOLOPOS.COM - Wabup Karanganyar, Rohadi Widodo, memeriksa rastra jatah Januari 2017 untuk Kelurahan Bejen, Karanganyar, Kamis (13/4/2017). (Kurniawan/JIBI/Solopos)

Wakil Bupati Karanganyar melakukan inspeksi ke sejumlah kelurahan untuk mengetahui kualitas rastra.

Solopos.com, KARANGANYAR — Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar, Rohadi Widodo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) distribusi beras untuk keluarga sejahtera (rastra) jatah 2017 di Bumi Intanpari, Kamis (13/4/2017).

Promosi Lebaran Zaman Now, Saatnya Bagi-bagi THR Emas dari Pegadaian

Pantauan Solopos.com, sidak dilakukan di Kelurahan Bejen, Karanganyar, sekitar pukul 11.15 WIB. Wabup datang didampingi Kabag Perekonomian Setda Karanganyar, Budi Supriyono, dan jajarannya.

Sesampai di kantor kelurahan, Rohadi langsung melihat proses penurunan rastra dari truk ke tempat penyimpanan. Dia juga mengecek kualitas rastra.

Dia menyayangkan beberapa sak (karung) rastra yang jebol bungkusnya sehingga berasnya berantakan. “Ini ada lima sak yang kantong pembungkusnya jebol, eman-eman,” ujar dia.

Dari segi kualitas, Rohadi pun menilai rastra jatah Januari 2017 tersebut tidak bagus. Banyak bulir padi yang patah-patah, sebagian berwarna kuning, dan berbau apak.

Penilaian politikus PKS tersebut diamini beberapa pejabat Pemkab Karanganyar yang mendampinginya. Kondisi itu menurut dia kemungkinan karena beras terlalu lama disimpan di Bulog.

“Berasnya banyak yang pecah. Ini terlambat [disalurkan] karena merupakan jatah Januari. Di Bulog terlalu lama sehingga kami minta ke depan dikirim beras kelas premium,” kata dia.

Rohadi menjelaskan ada perbedaan wujud rastra antara yang ditunjukkan kepada tim yang mengecek ke Gudang Bulog Triyagan dengan yang disalurkan kepada masyarakat. “Tadi tim Bagian Perekonomian cek ke Bulog, saya cek ke lapangan. Ada beberapa perbedaan antara beras yang ditunjukkan kepada tim di Bulog dengan hasil cek di lapangan,” sindir dia.

Kendati kecewa dengan kualitas rastra, Rohadi mengatakan beras tersebut akan tetap dibagikan ke warga. Tapi bila ada warga yang mengembalikan rastra akan difasilitasi Pemkab ke Bulog.

“Ya mudah-mudahan tidak dijual oleh penerima rastra. Kalau nanti ada yang mengembalikan akan kami fasilitasi ke Bulog agar diganti. Mereka janji akan mengganti 100 persen,” tutur dia.

Kabag Perekonomian Setda Karanganyar, Budi Supriyono, menjelaskan distribusi rastra jatah Januari rampung. Gelombang terakhir pengiriman untuk Karanganyar, Colomadu, dan Gondangrejo.

Dia menduga keterlambatan pengiriman rastra Januari karena pagu dari pusat baru turun. Padahal beras yang dialokasikan untuk Januari diduga merupakan setok akhir 2016.

Untuk rastra jatah Februari, menurut dia, akan dibagikan mulai Senin (17/4/2017) depan. Begitu juga rastra jatah Maret-April akan disalurkan bulan ini. “Kami akan pantau terus,” kata dia.

Lurah Bejen, Ali Qodri, menuturkan rastra yang disalurkan untuk warga kualitasnya jelek. Menurut dia, kualitas rastra itu di bawah kualitas beras konsumsi sehari-hari warga Bejen.

“Jumlah penerima meningkat jadi 204 penerima dari 172 penerima. Tapi kualitasnya itu harus dicampur beras bagus kalau mau dikonsumsi atau diolah jadi karak,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya