Soloraya
Rabu, 25 September 2019 - 17:15 WIB

Warga Blitar Hilang Saat Ziarah Ke Makam Sunan Pandanaran Klaten

Redaksi Solopos.com  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Sukarelawan berkoordinasi untuk melakukan pencarian peziarah asal Blitar, Jawa Timur, bernama Bero, 61, yang menghilang di kompleks Makam Sunan Pandanaran, Paseban, Bayat, Klaten, sejak Minggu (22/9/2019). (Istimewa/BPBD Klaten)

Solopos.com, KLATEN — Seorang peziarah di kompleks Makam Sunan Pandanaran, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, hilang sejak Minggu (22/9/2019) malam. Hingga kini, proses pencarian peziarah itu masih terus dilakukan.

Peziarah itu bernama Bero, 61, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Bero datang bersama rombongan asal Blitar menumpang satu bus pada Minggu.

Advertisement

Sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan peziarah itu termasuk Bero turun dari kompleks Makam Sunan Pandanaran di Bukit Jabalkat. Dalam perjalanan turun tersebut, Bero pamit untuk mengambil sandal yang tertinggal di area makam sementara rombongan melanjutkan perjalanan hingga ke tempat parkir.

Saat rombongan tiba di tempat parkir, Bero yang ditunggu tak kunjung tiba. Anggota rombongan lainnya lantas melakukan pencarian. Namun, setelah satu jam menyusuri kompleks makam, Bero tak kunjung ditemukan.

Advertisement

Saat rombongan tiba di tempat parkir, Bero yang ditunggu tak kunjung tiba. Anggota rombongan lainnya lantas melakukan pencarian. Namun, setelah satu jam menyusuri kompleks makam, Bero tak kunjung ditemukan.

Perwakilan rombongan lantas melapor ke pengelola objek wisata religi itu. Laporan ditindaklanjuti pengelola serta sukarelawan dengan mencari di sekitar kompleks makam. Namun, hingga Senin (23/9/2019) sore Bero tak kunjung ditemukan.

Camat Bayat, Edy Purnomo, mengatakan selain mengerahkan pengelola objek wisata dan sukarelawan, pencarian dibantu dari BPBD Klaten menyisir kompleks makam hingga kawasan Bukit Jabalkat.

Advertisement

KTP Bero, warga Blitar, Jatim, yang hilang saat berziarah ke makam Sunan Pandanaran, Bayat, Klaten. (Istimewa)

Edy menuturkan pencarian masih terus dilakukan hingga Rabu siang. Selain menyisir sekitar makam, informasi berupa data KTP serta ciri-ciri orang hilang itu disebar melalui berbagai grup WA serta media sosial.

Bero berpostur tubuh kurus, ada gondok di leher sebelah kiri, tidak bisa baca dan tulis, serta mengalami keterbelakangan mental. Kali terakhir, Bero mengenakan baju koko putih, peci hitam, celana panjang hitam, serta syal warna hijau.

Advertisement

“Apakah orangnya salah ikut rombongan atau masih berada di sekitar kompleks makam kami belum bisa memastikan. Yang jelas proses pencarian masih terus dilakukan. Saat pergi, dia [Bero] juga tidak membawa bukti identitas diri,” jelas dia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan saban hari sukarelawan dari berbagai unsur melakukan pencarian terhadap orang hilang itu.

“Jumlah orang yang terlibat pencarian setiap harinya dari 60 orang hingga 120 orang. Mereka berasal dari berbagai unsur sukarelawan. Imbauan kami apabila ada masyarakat yang mengetahui keberadaan orang sesuai dengan ciri-ciri yang dicari, kami harapkan segera melaporkan ke posko pencarian yang berada di pendopo makam Desa Paseban,” jelas dia.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif