SOLOPOS.COM - Pengurus dan anggota Paguyuban Putra Lawu Korea di Indonesia menyerahkan bantuan dari anggotanya di Korea kepada warga Ngargoyoso, Sabtu (4/3/2017), di Balai Desa Kemuning. (Istimewa/Paguyuban Putra Lawu Korea)

Warga Karanganyar yang merantau di Korea membantu korban bencana dan warga tidak mampu.

Solopos.com, KARANGANYAR — Ratusan warga Karanganyar yang bekerja di Korea berinisiatif menyalurkan bantuan kepada warga Kemuning, Ngargoyoso, yang tertimpa bencana maupun warga kurang mampu. Bantuan diserahkan pada Sabtu (4/3/2017).

Promosi Selamat! Direktur Utama Pegadaian Raih Penghargaan Best 50 CEO 2024

Ratusan warga Karanganyar yang tergabung dalam Paguyuban Putra Lawu Korea itu menyerahkan bantuan berupa uang tunai, paket kebutuhan pokok, dan kursi roda kepada warga. Total bantuan Rp19 juta diserahkan kepada korban bencana maupun warga kurang mampu di Balai Desa Kemuning. (Baca juga: Puting Beliung Rusak 118 Rumah, Kerugian Rp300  Juta)

Prioritas mereka adalah warga Desa Kemuning dan Kecamatan Ngargoyoso yang menjadi korban bencana puting beliung, beberapa waktu lalu. Ketua Paguyuban Putra Lawu Korea di Indonesia, Suyono Joko Diharjo, menyampaikan program penyaluran bantuan semacam itu rutin dilaksanakan. Suyono menyebut bantuan itu sebagai wujud kepedulian dan cinta kepada Tanah Air.

“Teman-teman yang di Korea itu memantau perkembangan dan berita di Indonesia khususnya Karanganyar lewat media online. Saat terjadi bencana, kami ingin turun tangan. Salah satu caranya memberikan bantuan. Ada 500 orang lebih di Korea,” kata Suyono saat dihubungi Solopos.com, Jumat (10/3/2017).

Sebelum ini, mereka sudah menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Karangpandan tahun lalu. Rata-rata warga Karanganyar bekerja di Korea pada perusahaan sparepart mobil, peralatan elektronik, operator alat-alat industri, dan lain-lain. Menurut Suyono, perusahaan di Korea lebih menyukai tenaga kerja Indonesia karena ulet, rajin, etos kerja tinggi, dan daya tangkap cepat.

“Di sana itu banyak perusahaan, tetapi tenaga kerja minim. Tenaga kerja Indonesia paling disukai. Syaratnya hanya satu, bisa berbahasa Korea. Sampai sana, perusahaan akan kasih training tiga bulan,” tutur dia.

Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko, mengapresiasi bantuan dari sejumlah pihak untuk warganya. Dia berharap bantuan dari donatur tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga yang membutuhkan.

“Terima kasih banyak untuk perhatian dan bantuan yang telah diberikan. Ini wujud perhatian dari warga Karanganyar di Korea maupun yang ada di sini,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya