Soloraya
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 09:50 WIB

Warga Solo dengan Penyakit Hipertensi dan DM Divaksin Covid-19

Mariyana Ricky P.d  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Warga masuk kelompok rentan dan risiko tinggi antre vaksinasi Covid-19 di halaman Puskesmas Ngoresan, Jebres, Solo, Jumat (27/8/2021). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memulai pemberian vaksin bagi warga yang memiliki penyakit komorbid atau risiko tinggi terpapar Covid-19. Penyuntikan perdana dilakukan di Puskesmas Ngoresan, Jebres disaksikan oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Jumat (27/8/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan warga risiko tinggi yang disasar adalah yang memiliki dua penyakit komorbid yakni diabetes melitus (DM) dan hipertensi.

Advertisement

Keduanya menyumbang angka kematian yang cukup tinggi berdasarkan data dari DKK. Angka kematian tertinggi akibat Covid-19 disumbang oleh warga dengan penyakit penyerta DM dan Hipertensi.

Baca juga: Rezeki Nomplok, 3 Buruh Pabrik di Solo Ini Diberi Handphone Usai Ikuti Vaksinasi

Advertisement

Baca juga: Rezeki Nomplok, 3 Buruh Pabrik di Solo Ini Diberi Handphone Usai Ikuti Vaksinasi

“Kami lebih proaktif melindungi kelompok ini karena dari total angka kematian sebanyak 1.043 jiwa, 50% di antaranya memiliki komorbid DM dan Hipertensi. Kami melalui jejaring program BPJS Prolanis (pengelolaan penyakit kronis) DKK mendapati data warga yang memiliki penyakit kronis untuk diberikan vaksinasi,” kata dia, kepada wartawan, Jumat.

Kadar Gula dan Tekanan Darah

Sebelum penyuntikan dilakukan, pihaknya tetap melakukan skrining yakni mengecek kadar gula darah dan tekanan darah mereka. Kestabilan keduanya menjadi syarat mutlak vaksinasi.

Advertisement

Baca juga: 6 Bulan Jadi Wali Kota Solo, Gibran Dinilai Terlalu Kalem

Data yang tercatat dari BPJS Kesehatan lebih dari 9.300 jiwa yang belum divaksin.

“Kami bekerja sama dengan DKK bekerja sama menyisir warga tersebut kemudian diberikan undangan untuk vaksinasi. Dari sumber data itu dilakukan penyisiran dalam percepatan gerakan vaksinasi dari DKK,” jelasnya.

Advertisement

Di lokasi yang sama, Gibran, memastikan vaksinasi bagi warga risiko tinggi tersebut aman.

“Kami meminta masyarakat tidak takut untuk vaksinasi menggunakan Sinovac. Kami terus mengejar penyuntikan vaksin bagi murid-murid sekolah, ibu hamil, dan atau menyusui serta warga rentan. Enggak usah takut buktinya aman semua kok tadi, masih kontrol rutin dan ada yang insulin semua pakai Sinovac,” ucap Gibran.

Baca juga: Layani Nahdlatul Ulama Serahkan Bantuan Ventilator Karya Anak Bangsa untuk Solo

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif