Solopos Hari Ini: Penebusan Eks Juara Piala Dunia

Solopos edisi 30 Juni 2018
30 Juni 2018 08:00 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Cibiran dan cemoohan sempat mewarnai penampilan Prancis dan Argentina pada fase grup Piala Dunia 2018.

Dua tim juara dunia ini siap melakukan penebusan ketika dipertemukan di babak 16 besar. Mereka akan saling bunuh di Kazan Arena, Kazan, Sabtu (30/6/2018) pukul 21.00 WIB (disiarkan langsung Trans TV).

Wajar, menjelang putaran final Piala Dunia di Rusiabergulir, publik menaruhekspektasi besar kepada penampilan Prancis dan Argentina karena kuat tim ini sama-sama pernah menjuarai Piala Dunia. Selain itu, Prancis dan Argentina mengusung nama-nama besar dalam daftar skuat mereka.

Pertemuan Prancis dan Argentina di Piala Dunia 2018 menjadi headline Harian Umum Solopos edisi Sabtu (30/6/2018). Berikut kabar lainnya:

PILPRES 2019: Sprint di 42 Hari Tersisa
Partai politik (parpol) mulai menata arah koalisi menuju Pilpres 2019 setelah Pilkada 2018 di 171 daerah rampung. Partai tinggal memiliki waktu kurang dari 42 hari karena batas akhir pendaftaran calon presiden adalah 10 Agustus.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai konstelasi Pilpres 2019 bisa berubah setelah hasil pilkada karena menjadi salah satu tolok ukur kekuatan partai politik dalam mendulang suara.

Baca selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

Cegah Aktivitas Politik Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan Pemkot Solo sengaja menambah libur car free day (CFD) seusai tiga pekan tak beroperasi pada arus mudik
dan balik Lebaran 2018.

Kali ini Pemkot Solo khawatir area CFD dijadikan ajang kegiatan politik jika diaktifkan kembali pada Minggu (1/7) esok. Rencana Pemkot Solo meliburkan kegiatan CFD menjadi headline halaman Soloraya Harian Umum Solopos, Sabtu (30/6/2018). Berikut beberapa kabar lainnya:

PILKADA KARANGANYAR: Koalisi Gemuk Berisiko Minim Pengawasan
Pasangan calon nomor urut 2, Juliyatmono-Rober Christanto yang unggul dalam hitung cepat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar dinilai harus memiliki kepiawaian saat memimpin pemerintahan di waktu mendatang lantaran didukung koalisi gemuk. Meski memudahkan dalam mengambil kebijakan, dukungan koalisi gemuk juga berpotensi mengakibatkan minimnya pengawasan terhadap jalannya pemerintahan

Baca selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

 

 

Tokopedia