Kamar Ludes Terbakar, Bocah 13 Tahun Sragen Selamat

Partinah, 49, warga Dukuh Geneng RT 003, Karangasem, Tanon, Sragen, mengecek kondisi rumahnya yang terbakar, Selasa (10/7 - 2018) pagi. (Solopos/Kurniawan)
10 Juli 2018 14:55 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kebakaran hebat melanda rumah milik sepasang suami istri, Tukimin, 55, dan Partinah, 49, warga Dukuh Geneng RT 003, Desa Karangasem, Tanon, Sragen, Selasa (10/7/2018) pukul 01.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa atau luka dalam musibah itu, sedangkan kerugian material mencapai Rp75 juta. Informasi yang diterima Solopos.com, api kali pertama diketahui berkobar  di kamar yang biasa ditiduri Husein Abdullah, 13.

Husein adalah anak kesembilan dari pasangan Tukimin dan Partinah. Beruntung pada malam kejadian Husein tidak tidur di kamarnya. Sejak Senin (9/7/2018) malam bocah tersebut tidur di ruang tamu.

Padahal sehari sebelumnya Husein tidur di kamarnya. "Kadang dia [Husein] tidur di kamar, kadang di ruang tamu. Bersyukur saat kejadian dia tak tidur di kamar," ujar adik Partinah, Tugiyarso, 43.

Dia menjelaskan sekitar pukul 01.30 WIB api yang membakar kamar Husein sudah berkobar besar. Kondisi itu membuat Tugiyarso tidak berani mengecek lebih jauh ke bagian dalam kamar tersebut.

Dia memilih segera membangunkan kakaknya dan Husein untuk segera menyelamatkan diri. Mereka lantas berteriak meminta tolong tetangga. Sejurus kemudian warga pun berdatangan.

Mereka lantas berusaha berusaha memadamkan api secara manual. Pada saat bersamaan ada warga yang melapor ke Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

Setelah perjuangan keras, sekitar pukul 03.00 WIB api berhasil dikendalikan Tim Damkar Sragen dan masyarakat. Tapi api terlanjur melumat sebagian besar rumah milik Tukimin dan Partinah.

Rumah gebyok (dinding terbuat dari kayu jati), televisi, kulkas, surat-surat berharga, pakaian, serta uang tunai Rp3 juta ludes terbakar. Akibat kejadian itu Partinah masih terguncang. Sedangkan suaminya, Tukimin, masih merantau di Kalimantan.

"Kami tidur sementara di rumah anak Partinah. Daerah sini juga," kata Tugiyarso.

Kapolsek Tanon, AKP Heru Budi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, menduga penyebab kebakaran rumah Partinah yaitu hubungan pendek arus listrik (korsleting). Menurut saksi dan korban tidak ada obat nyamuk bakar di dalam kamar sesaat sebelum kejadian. Obat nyamuk bakar justru dinyalakan di ruang tamu, tempat mereka tidur malam itu.