Ingin Dikenal Dunia, UMS Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Asing

Gerbang UMS (Solopos/Dok)
19 Agustus 2018 09:05 WIB Insetyonoto Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO—Jumlah mahasiswa baru yang diterima Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tahun akademik 2018/2019  untuk program S1 mencapai 8.500 orang. Jumlah itu meningkat dibandingkan penerimaan mahasiswa baru tahun sebelumnya sekitar 7.900 orang.

Rektor UMS, Sofyan Anif, mengatakan jumlah pendaftar penerimaan mahasiswa baru (PMB) sebanyak 40.000 orang.

“Setelah seleksi, lolos 11.000 orang dan yang mendaftar ulang sebanyak 8.500 orang lebih,” katanya pada Grand Opening Masa Taaruf (Masta) mahasiswa baru di kompleks Masjid Sudalmiyah Rais Kampus UMS Pabelan, Kartosura, Sukoharjo, Selasa (14/8/2018).

Kondisi ini menunjukkan UMS masih digemari orang tua untuk menguliahkan anak mereka. Mahasiswa yang kuliah di UMS, menurut Sofyan, tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri.

Saat ini sebanyak 200 mahasiswa asing, kebanyakan dari negara-negara Timur Tengah, seperti Yordania, Yaman, kuliah di UMS.

“Kami memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk kuliah di UMS,” kata dia.

Tujuan mendatangkan mahasiswa asing agar UMS dikenal di dunia dalam rangka menuju world campus university pada 2029.

“Posisi UMS ke depan sederajat dengan perguruan tinggi di luar negeri,” imbuh dia.

Kegiatan grand opening Masta mahasiswa baru UMS diisi orasi kebangsaan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

Kepada para mahasiswa baru, Abdul Mu’ti, meminta memanfaatkan kuliah di UMS dengan sebaik-baiknya dan meraih prestasi terbaik. Mahasiswa UMS diminta bisa menjadi generasi terbaik agar dapat melanjutkan perjuangan umat dan bangsa Indonesia.

Kepala Bagian Humas UMS, Budi Santoso, mengatakan Masta mahasiswa baru dibagi tiga tahap yakni tentang universitas, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), dan ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMS.

“Masta mahasiswa baru telah digelar sejak 23 Juli 2018 yang dibagi dalam beberapa kloter karena banyaknya jumlah mahasiswa dan keterbatasan tempat” jelas Budi.

Tema grand opening Masta, imbuh dia, Menyebarkan Dakwah, Menduniakan Gerakan Menuju Mahasiswa yang  Berkemanusiaan

Tokopedia