Seleksi Sekda Solo, Pejabat Senior Kandas Karena Usia

ilustrasi mutasi pejabat. (Solopos/Dok)
11 September 2018 13:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pejabat senior di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak bisa ikut bersaing dalam proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda). Mereka terganjal usia.

Merujuk aturan, calon sekda berusia maksimal 56 tahun terhitung pada saat pendaftaran. Sejauh ini, ada beberapa pejabat eselon II A yang tergolong senior dan secara kepangkatan memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi.

Namun dari sisi usia sebagian bakal memasuki masa pensiun pada satu hingga tiga tahun ke depan. Penjabat (Pj.) Sekda Solo Untara mengatakan sesuai persyaratan administrasi calon sekda kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya tidak ada pembatasan usia, sekarang peserta seleksi dibatasi maksimal berusia 56 tahun. Dengan kondisi ini tak sedikit pejabat senior di lingkungan Pemkot yang terpaksa tak bisa mengikuti seleksi bursa Sekda Solo.

"Banyak yang usinya sudah lebih 56 tahun. Jadi banyak pejabat senior yang tidak bisa ikut seleksi Sekda," kata Untara ketika berbincang dengan Solopos.com, Senin (10/9/2018).

Beberapa pejabat yang bakal memasuki masa purna tugas di antaranya dua staf ahli wali kota yakni Basuki Anggoro Heksa dan Budho Laksana yang bakal pensiun tahun ini. Kemudian tahun depan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Subagiyo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2APM) Widdi Srihanto, Asisten Administrasi Umum Eny Tyasni Susana, dan Kepala Dinas Sosial Rohana, yang juga pensiun.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Solo Anwar Hamdani mengatakan usia peserta seleksi calon sekda dibatasi maksimal 56 tahun agar pejabat yang terpilih menjadi sekda masih memiliki kesempatan bekerja selama empat tahun hingga memasuki masa pensiun.

"Aturan ini memang baru diberlakukan sekarang. Kami berharap seluruh pejabat eselon II A, tak saja dari lingkungan Pemkot Solo, tetapi juga dari seluruh daerah diberikan hak untuk mendaftar sebagai calon sekda yang mulai dibuka pada Senin [3/9/2018] sampai Senin [17/9/2018] nanti," katanya.

Tahap awal seleksi akan dimulai dengan seleksi administrasi sebagaimana persyaratan yang ditetapkan, termasuk usia. Bagi calon peserta yang lolos seleksi administrasi dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya, meliputi uji gagasan, uji kompetensi, wawancara, penyelidikan rekam jejak, dan sebagainya.

Anwar menyebutkan seleksi dilakukan secara transparan bahkan seluruh proses direkam menggunakan peralatan audio visual sehingga ketika suatu saat terjadi persoalan dapat dikaji ulang. Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, juga telah mewanti-wanti agar seleksi dilakukan secara fair dan tidak ada titipan dari pihak mana pun.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Rakhmat Sutomo, mengungkapkan bahan baku calon Sekda Solo cukup banyak. Bahkan dia menyebut 29 orang pimpinan Organisasi Kepala Daerah (OPD) berpeluang untuk mengikuti seleksi Sekda.

Namun ketika didesak pejabat yang bakal terganjal pembatasan usia, secara diplomatis dia sebutkan pada prinsipnya mereka bisa mendaftar untuk mengikuti seleksi. Kalaupun nanti mereka dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi itu persoalan yang berbeda.