4 Indekos Ilegal Sukoharjo Dirazia, 15 Pasangan Terciduk

Petugas Satpol PP Sukoharjo mendata pasangan tak resmi yang terjaring razia, Kamis (13/9 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
13 September 2018 18:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di empat tempat indekos ilegal alias belum mengantongi izin usaha indekos di Grogol, Bendosari dan Baki, Kamis (13/9/2018).

Petugas menangkap basah 15 pasangan tak resmi yang tengah berduaan di dalam kamar. Tim Satpol PP Sukoharjo dibagi dua kelompok untuk menyisir sejumlah tempat indekos ilegal.

Sebagian petugas mendatangi tempat indekos di wilayah Desa Sidorejo, Bendosari. Sementara sebagian petugas lainnya menyisir tempat indekos di kawasan Solo Baru dan Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol.

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, mengaku kerap menerima aduan masyarakat ihwal aktivitas penghuni tempat indekos. Mereka risih lantaran tamu penghuni indekos kerap masuk ke dalam kamar bahkan menginap.

“Petugas lantas memintai keterangan pemilik tempat indekos. Mereka belum mengurus izin usaha indekos yang menjadi syarat utama menjalankan bisnis pemondokan,” kata dia, Kamis.

Pemilik indekos diminta segera mengurus izin usaha indekos di instansi terkait. Selain itu, para pemilik tempat indekos diminta agar melarang tamu penghuni indekos masuk ke dalam kamar. Hal ini untuk mengantisipasi tindak asusila atau praktik prostitusi.

Mantan Camat Weru ini menjelaskan usaha indekos harus mendapat persetujuan warga setempat. “Bisa jadi kamar indekos disalahgunakan untuk praktik prostitusi dan tindak kriminalitas lainnya. Pemilik tempat indekos harus lebih ketat mengawasi aktivitas para penghuni yang menyewa kamar,” ujar dia.

Sementara itu belasan pasangan tak resmi diminta membuat surat pernyataan yang berisi tidak akan mengulangi perbuatan mereka. Surat pernyataan itu ditempeli materai dan ditandatangani masing-masing pasangan tak resmi itu.

Lebih jauh, Heru bakal berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memperketat pengawasan tempat indekos. “Kami bakal merazia tempat indekos secara rutin di lokasi berbeda. Razia Sebelumnya kami juga merazia sejumlah indekos di sekitar kampus Univeristas Veteran Bangun Nusantara [Univet Bantara] pada Agustus.”

Sementara itu, seorang penghuni tempat indekos di Solo Baru, Weni, mengaku menyewa kamar indekos sejak lebih dari setahun lalu. Saat razia, kerabat keluarganya tengah menginap selama beberapa hari di kamarnya.

Dia dan saudaranya berada di dalam kamar. Weni berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.