Ada Jembatan Gantung, Warga Klakah Boyolali Tak Lagi Cemas Lepas Anak Sekolah

Jembatan gantung pengganti jembatan bambu di Dukuh Bangunsari Desa Klakah, Selo, Boyolali, hampir selesai, Sabtu (15/9 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
16 September 2018 21:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Jembatan darurat berbahan bambu di Kali Juweh, Dukuh Bangunsari, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, dibuat setelah jembatan permanen rusak pada 2010.

Jembatan bambu yang menghubungkan Dukuh Bangunsari, Dukuh Bakalan, dan Dukuh Sumber ke Desa Klakah dan Desa Jrakah itu sekarang sudah reyot dan sudah cukup mengkhawatirkan. Maklum, bahan bambu ini tidak terlalu tahan cuaca sehingga mudah lapuk.

Belum lagi beban berat saat warga lalu-lalang membuat jembatan bambu ini kian berkurang kekuatannya. Selama digunakan, jembatan bambu ini sudah beberapa kali direnovasi besar-besaran. Ini belum termasuk penggantian di sana-sini untuk pemeliharaan agar jembatan tetap bisa digunakan warga.

Kini, jembatan bambu yang berada di jalur evekuasi Merapi itu tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya telah dibangun jembatan gantung di sebelahnya.

Jembatan gantung dibangun dengan konstruksi khusus mengandalkan kabel baja (sling) dan tanpa material semen sehingga lebih kuat dibandingkan jembatan bambu. Jembatan gantung ini dikerjakan dalam 10 hari dan selesai pada Sabtu (15/9/2018).

Bagi warga, kehadiran jembatan gantung ini sangat terasa mengisi kekhawatiran yang selama ini menghantui setiap kali melintas di jembatan bambu.

Seperti diakui Sumiyanto, 36, warga RT 002/RW 004 Dukuh Bangunsari. Sumiyanto mengaku lega dengan adanya jembatan gantung itu.

“Sekarang saya lebih ayem [tenang] karena ada jembatan yang lebih kuat. Tadinya kalau lewat jembatan bambu agak takut karena sudah goyang,” ujar petani sayur ini saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Rasa tenang juga ia rasakan saat melepas putri semata wayangnya pergi ke sekolah di SD Jrakah 2 yang hanya bisa dijangkau melalui jembatan itu. “Kalau melepas anak sekolah juga sudah tidak waswas lagi karena jembatan gantung kan kuat,” imbuhnya.

Sementara itu, warga dari desa lain juga turut merasa bahagia atas dibangunnya jembatan gantung itu. Nurohman, 50, warga Dukuh Bangunrejo, Desa Jrakah, mengaku dipermudah saat melintas jembatan itu.

“Alhamdulilaah, saya senang sekali akhirnya ada jembatan yang lebih kuat sehingga perjalanan lebih lancar,” ujarnya mengomentari jembatan gantung yang pendanaan dan pengerjaannya dilakukan organisasi nirlaba Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan komunitas trail Patriot ini.

Sementara itu, Dika Wahyu Saputra, warga Dukuh Bangunrejo yang merupakan siswa SDN 2 Jrakah, mengaku sangat senang dengan adanya jembatan gantung.

“Tidak perlu waswas lagi lewat jembatan [gantung] kalau mau ke Bangunsari,” ujar kelas VI ini saat akan pergi ke rumah temannya di Bangunsari.

Tokopedia