Angkuta Feeder BST Solo Boleh Dicarter Masyarakat Tapi Ada Syaratnya

Angkutan pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
13 Oktober 2018 15:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo akan terus berupaya menyediakan angkuta pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST) untuk menggantikan operasional angkuta lawas warna kuning.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menyampaikan Dishub tak sanggup jika harus menyediakan sekitar 240 unit feeder dalam satu waktu untuk menggantikan seluruh operasional angkuta kuning di Kota Bengawan.

Dishub hanya sanggup menyediakan feeder secara bertahap karena harus menyesuaikan kemampan anggaran daerah. Berdasarkan catatan, sejak 2016 lalu hingga Oktober 2018 ini, Dishub setidaknya telah menyediakan 101 feeder untuk dimanfaatkan sebagai pengganti operasional angkuta kuning.

“Karena anggarannya terbatas, kami terpaksa melakukan pengadaan feeder BST baru secara bertahap. Yang jelas pengadaan feeder ini akan terus kami lakukan hingga terpenuhinya kuota, yakni sesuai dengan jumlah angkuta kuning yang memiliki izin jalan di Solo,” jelas Hari saat berbincang dengan solopos.com, Jumat (12/10/2018).

Hari menyampaikan feeder BST disediakan Dishub tidak lain untuk meningkatkan pelayanan transportasi umum kepada masyarakat di Solo.

Sesuai Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pemerintah dan pemerintah daerah mendapatkan perintah untuk mengembangkan dan menyediakan angkutan umum massal dengan menggunakan mobil penumpang dan bus.

Dia pun meminta kepada para pengemudi angkuta kuning yang belum menerima feeder untuk lebih bersabar.

“Tenang saja, semuanya pasti akan dapat feeder. Kami paham, teman-teman di lapangan menginginkan bisa segera menjalankan feeder karena lebih diminati masyarakat ketimbang armada angkuta lama. Tapi mau bagaimana lagi? Semuanya butuh proses,” kata Hari.

Hari menyampaikan Dishub juga mengajukan anggaran untuk penyediaan feeder pada tahun depan. Jumlahnya hanya sekitar 20 feeder atau lebih sedikit ketimbang pengadaan pada 2016, 2017, maupun 2018 ini.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, teknis pengoperasian feeder baru bakal dibahas lebih dulu oleh Dishub dengan menggandeng pengurus dan anggota koperasi angkuta.

“Untuk menghindari perselisihan di lapangan, kami ajak para pengurus dan anggota koperasi untuk menentukan jalur mana yang akan dibagikan feeder baru,” ujar Hari.

Sementara itu, Dishub Solo kini membolehkan pengemudi angkuta kuning maupun feeder melayani carteran dari masyarakat untuk meningkatkan pendapatan namun harus mengurus perizinan dulu.

Hari menegaskan Dishub hanya akan memperbolehkan angkuta dan feeder dicarter sejumlah maksimal 10% dari jumlah total angkuta dan feeder dalam satu koridor. Dia mencontohkan di koridor 11 kini tersedia 35 angkuta dan feeder. Dengan begitu, hanya ada 4 angkuta atau feeder yang boleh keluar melayani carteran per harinya.