Olah TKP Laka Boyolali 7 Tewas Selesai, Ini Hasilnya

Olah TKP kecelakaan di Boyolali yang menewaskan 7 orang, Minggu (14/10 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
14 Oktober 2018 11:30 WIB Suharsih/Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Tim gabungan Polres Boyolali, Polda Jateng, dan Dishub Boyolali, serta Dishub Solo, selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan yang menewaskan tujuh orang di jalan Solo-Boyolali, Minggu (14/10/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

Jalur Semarang menuju Solo langsung dibuka kembali dan lalu lintas kembali normal. Berdasarkan hasil olah TKP itu, dugaan sementara kecelakaan disebabkan bus menghindari sepeda motor yang hendak menyeberang namun remnya tak berfungsi dan setang terkunci.

Olah TKP berlangsung kurang lebih satu jam menggunakan alat 3D Laser milik Polda Jateng. Kasubdit Bin Gakkum Polda Jateng, AKBP Catur Gatot Efendi, mengatakan perekaman di empat titik mulai dari titik awal kecelakaan, lokasi kejadian, hingga lokasi setelah kejadian.

"Hasil pemeriksaan ini akan melengkapi pemeriksaan awal yang dilakukan terhadap saksi, korban, dan sopir bus," jelas Gatot kepada wartawan Solopos, Akhmad Ludiyanto, di lokasi.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Boyolali AKP Febriyani Aer mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi menjelaskan saat ini sopir bus, Arif Hartanto, 46, asal Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, masih diperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Penetapan tersangka nanti satu kali 24 jam sejak pemeriksaan," jelas AKP Febriani.

Febriani menjelaskan berdasarkan keterangan sopir bus, Arif, saat kejadian bus melaju dengan kecepatan 50-60 km/jam. Sampai di lokasi bus menghindari sepeda motor yang akan menyeberang jalan lalu oleng karena rem tidak berfungsi dan setirnya juga stuck atau terkunci.

Sopir bus kemudian membanting setir ke kanan melompati median jalan masuk jalur berlawanan dan menabrak Isuzu Panther.

"Sampai saat ini jumlah korban meninggal tujuh orang dan dua orang terluka. Total penumpang Panther ada sembilan orang," kata dia.

Febriani menambahkan bus itu sebenarnya dalam kondisi baik. Menurut keterangan Dishub, bus itu baru 1,5 bulan lalu menjalani uji KIR. Bus baru dibeli pada 2015.