SOLOPOS.COM - Kepala Sub Divisi Jasa ASA III/1 PJT I, Fendri Ferdian saat menjelaskan kondisi Bendungan Serbaguna Wonogiri di lokasi Spillway Bendungan Wonogiri, Sabtu (9/9/2023). (Solopos.com/ Magdalena Naviriana Putri)

Solopos.com, WONOGIRI — Perum Jasa Tirta (PJT) I memastikan kapasitas Bendungan Serbaguna Wonogiri saat ini dalam kondisi aman meski berada di tengah ancaman kekeringan.

Debit air masih aman untuk pengoperasian turbin PLTA Wonogiri dan irigasi.

Promosi Pegadaian Buka Lowongan Pekerjaan Khusus IT, Cek Kualifikasinya

Hal itu disampaikan Kepala Sub Divisi Jasa ASA III/1 PJT I, Fendri Ferdian menyikapi kondisi musim kemarau panjang dan ancaman El Nino yang menyebabkan bencana kekeringan di beberapa daerah.

“Sampai dengan hari ini, pukul 12.00 WIB elevasi tercatat 130,18 meter atau masih dalam kategori aman karena batas elevasi operasional terendah 127 meter. Artinya debit air juga masih aman untuk operasional seperti pengoperasian turbin PLTA Wonogiri dan irigasi,” kata Fendri saat ditemui wartawan di lokasi Spillway Bendungan Wonogiri, Sabtu (9/9/2023).

Dengan kondisi dan kapasitas Bendungan Serbaguna Wonogiri Fendri menyebut alokasi suplai air untuk irigasi pertanian masih akan tetap didukung oleh PJT I meski prediksi kekeringan akan sampai pada Desember 2023.

Ia juga membeberkan awalnya ada kesepakatan dengan para petani untuk musim tanam ketiga untuk melakukan penanaman palawija.

Namun masih ada petani yang menanam padi di musim ketiga ini, apalagi harga beras pada musim ketiga justru lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat PJT I menunda penutupan pintu air Dam Colo.

“Jadi kami support untuk irigasi yang semula sampai 30 September, kami perpanjangan hingga 15 Oktober. Kami tambah [suplai irigasi] lebih panjang. Keputusan ini juga telah melalui pertimbangan teknis dan kondisi elevasi air di bendungan,” jelasnya.

Bendungan irigasi Colo Barat dan Colo Timur menurutnya mampu menyuplai 23.600 hektare lahan persawahan di beberapa daerah.

Bendung Colo Barat biasanya diperuntukkan untuk menyuplai kawasan Wonogiri dan Klaten.

Sementara Bendung Colo Timur diperuntukkan bagi Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Sragen hingga Ngawi.

Fendri juga menyebut Bendungan Wonogiri yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo menjadi salah satu sumber air baku yang mengalir di 12 kabupaten kota dari Wonogiri, Jawa Tengah hingga muaranya di Gresik, Jawa Timur.

Kondisi bendungan yang dibangun tahun 1978 dan mulai dioperasikan tahun 1980 ini terus mengalami penurunan kapasitas daya tampung.

Jika volume tampungan total di 1980 mencapai 560 juta m³ dengan volume efektif 440 juta m³, di tahun 2022 turun dengan volume total 365 juta m³ dan volume efektif 322 m³.

Ia membeberkan penurunan volume tampung bendungan dikarenakan faktor sedimentasi. Menurutnya sedimentasi juga menjadi permasalahan penting pemeliharaan bendungan.

Namun untuk mengoptimalkan kapasitas, PJT I telah melakukan serangkaian kegiatan operasional pemeliharaan dengan mengeruk sedimen menggunakan alat berat, serta kapal keruk yang dioperasikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Ia menjelaskan, optimalisasi pemanfaatan bendungan serta operasional saat ini masih berlangsung.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BBWS Bengawan Solo dan Pemprov Jawa Tengah untuk antisipasi kekeringan di Bendungan Wonogiri.

“Kami bersama BBWS Bengawan Solo, Dinas PU SDA dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah telah melakukan rapat koordinasi bersama. Terutama untuk pemanfaatan air Bendungan Wonogiri untuk irigasi pertanian,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Humas dan Informasi Publik PJT I, Yulia Puspita menambahkan, selain melakukan pengelolaan sumber daya air secara teknis di Bendungan Wonogiri, PJT I juga memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat.

Di sepanjang Wilayah Sungai Bengawan Solo, beberapa daerah telah disuplai air bersih, seperti Sragen, Ngawi dan Lamongan.

“Memang di saat kemarau panjang ini ada beberapa wilayah yang kekeringan. Kami berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki. Bantuan air bersih itu sebagai solusi jangka pendek yang kami lakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya