Wali Kota Solo Ingin Flyover Manahan Dibuka Desember Ini

Pekerja menyelesaikan pemasangan mozaik berbahan pecahan keramik pada proyek pembangunan flyover Manahan di Jl. dr. Moewardi, Kota Barat, Solo, Selasa (27/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
14 Desember 2018 18:27 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Uji coba pengoperasionalan Flyover Manahan Solo pada Senin (17/12/2018) dilakukan secara internal alias tidak dibuka untuk umum. Selama simulasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo akan mengerahkan armada berupa bus besar, sedang, mobil dan kendaraan roda dua.

Hal itu untuk mengecek daya tampung jalan layang tersebut. “Kita akan fokuskan kepada pengujian pergerakan berbagai jenis kendaraan,” kata Kepala Dishub Solo Hari Prihatno, ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Jumat (14/12/2018).

Hal ini dimaksudkan untuk menguji sejauh mana konstruksi jalan layang mampu mengakomodasi arus kendaraan jika sudah dibuka untuk umum. Menurut dia, pergerakan kendaraan di jalan layang tersebut akan menjadi kunci.

Dengan demikian perlu dipastikan apakah flyover Manahan Solo bisa menampung kendaraan dari arah utara dan selatan. Dishub menginginkan ruas jalan layang dari arah Kota Barat hingga perlintasan kereta dapat dilalui tiga lajur.

“Memang kalau diukur tidak cukup (tiga lajur) karena lebar jalan hanya delapan meter. Makanya besok [Senin] kita coba bisa apa tidak,” katanya.

Hari Prihatno menjelaskan operasional jalan layang Manahan masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana infrastruktur pendukung rampung dikerjakan oleh Pemkot Solo.

Dia mengatakan beberapa pengerjaan Pemkot dalam proyek pendampingan flyover Manahan, di antaranya perbaikan jalan sayap kanan dan kiri bawah flyover Manahan berikut pengaspalan.

“Operasional flyover menunggu semua pengerjaan di area bawah flyover itu selesai. Kami tidak ingin berisiko belum selesai sudah dibuka untuk umum,” kata Hari.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berharap jalan layang Manahan Solo bisa dioperasionalkan pada bulan ini. Harapannya bisa mengurangi kepadatan kendaraan yang masuk ke Kota Solo selama arus libur sekolah sekaligus Natal dan Tahun Baru.

“Kita uji coba dulu. Kalau sudah clear semua, bisa dibuka untuk umum. Sekarang sudah saya perintahkan DPUPR [Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang] untuk bersih-bersih lokasi dan kerjakan aspal jalan,” katanya.