6 Sumur Bor di Weru Jadi Solusi Krisis Air Bersih, Ini Lokasinya

Perwakilan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sugeng Mujiyanto (dua dari kiri) dan anggota Komisi VII DPR, Bambang Riyanto (kedua dari kanan) meminum air bersih di sumur bor di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Rabu (9/1 - 2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
10 Januari 2019 04:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO—Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membangun delapan sumur bor di Sukoharjo dan Boyolali selama 2018. Pembangunan sumur bor dinilai menjadi solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih saat musim kemarau.

Prosesi peresmian pembangunan sumur bor dilakukan di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Rabu (9/1/2019). Kegiatan itu dihadiri anggota Komisi VII DPR, Bambang Riyanto, unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopinda) Sukoharjo, perangkat desa serta ratusan warga setempat.  

Di Sukoharjo, terdapat enam sumur bor yang tersebar di sejumlah desa di wilayah Weru seperti Desa Karangmojo sebanyak dua sumur serta Tegalsari, Weru, Kedungjambal, Karakan masing-masing satu sumur. Sementara pembangunan sumur bor di Boyolali dipusatkan di Desa Bojong dan Banyusri, Kecamatan Wonosegoro.

Perwakilan Badan Geologi Kementerian ESDM, Sugeng Mujiyanto, mengatakan pembangunan sumur bor diprioritaskan di daerah rawan krisis air bersih saat musim kemarau. Masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih lantaran mengeringnya sumber air seperti sungai dan bendungan. Mereka harus mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah daerah. “Pada 2018, Kementerian [Kementerian ESDM] telah membangun 508 sumur bor yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Sukoharjo diprioritaskan di wilayah Weru yang menjadi daerah rawan krisis air bersih,” kata dia, saat berbincang dengan wartawan, Rabu.

Sugeng menyampaikan kedalaman pengeboran tanah antara 100 meter-125 meter. Masing-masing sumur bor memiliki debit air bersih sekitar dua liter per detik. Pembangunan sumur bor juga dilengkapi bak penampungan air bersih berkapasitas 5.000 liter.

Satu sumur bor diperkirakan mampu menyuplai air bersih sekitar 2.800 jiwa. “Kami bakal terus membangun sumur bor di daerah-daerah rawan kekeringan pada tahun ini. Jangan ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau,” ujar dia.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR, Bambang Riyanto, mengatakan masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih di wilayah Weru. Karena itu, Bambang bakal berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk menambah jumlah pembangunan sumur bor di wilayah Weru.