Logistik Pemilu Sukoharjo Dijaga Polisi 24 Jam

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Nuril Huda (kanan) berbincang dengan aparat kepolisian di Gedung Budi Sasono, Kamis (7/2 - 2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
08 Februari 2019 02:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO –Penyimpanan logistik pemilu mulai dari surat suara dan kotak suara dipusatkan di Gedung Budi Sasono. Aparat kepolisian bakal melakukan penjagaan selama 24 jam untuk menjamin logistik pemilu dalam kondisi aman.

Komisioner KPU Sukoharjo beserta aparat kepolisian mengunjungi Gedung Budi Sasono yang menjadi lokasi penyimpanan logistik terpadu, Kamis (7/2/2019). Logistik pemilu disimpan di Lantai I dan II. Penyortiran surat suara dilakukan di Lantai I sementara pengesetan kotak suara dilakukan di Lantai II.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Nuril Huda, mengatakan memindahkan kotak suara yang disimpan di gudang penyimpanan logistik di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo ke Gedung Budi Sasono. Kotak suara itu disimpan di bagian belakang gedung. “Petugas bakal melakukan perakitan  kotak suara di Lantai II. Kami ingin mengecek kondisi kotak suara yang disimpan di gudang logistik selama hampir sebulan,” kata dia, saat berbincang dengan wartawan di Gedung Budi Sasono, Kamis.

Perakitan  kotak suara dilakukan selama sebulan hingga pertengahan Februari. Jumlah petugas yang dilibatkan saat pengesetan kotak suara sekitar 30 orang. Sebelumnya, petugas telah memasang alas kayu di lokasi perakitan kotak suara.

Sementara proses penyortiran surat suara baik Pileg maupun Pilpres bakal dilakukan di lantai I. “Kami masih menunggu surat suara yang dikirim dari percetakan. Pengalaman dari daerah lain, biasanya pihak percetakan bakal terlebih dahulu menghubungi KPU sebelum mengirim surat suara,” ujar Nuril.

Pengiriman surat suara Pileg dan Pipres dipastikan tidak bersamaan. Nuril menyampaikan surat suara yang diterima KPU Kota Solo baru Pilpres. Sementara surat suara Pileg belum dikirim perusahaan percetakan.

Nuril menambahkan gudang penyimpanan logistik pemilu bakal dijaga aparat kepolisian selama 24 jam. “Pihak kepolisian sudah ready menjaga gudang penyimpanan logistik selama 24 jam. Kondisi Gedung Budi Sasono lebih luas dan memadai untuk menyimpan logistik pemilu,” papar dia.

Sementara itu, Komisioner Divisi Penyelesaikan Sengketa Bawaslu Sukoharjo, Eko Budiyanto, menyampaikan bakal berkoordinasi dengan KPU Sukoharjo untuk memastikan ketersediaan logistik pemilu. Eko bakal mengawasi pola pendistribusian logistik pemilu hingga tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).