Perempuan Sragen Terjun ke Sungai Sepulang dari RSJ, Jasadnya Ditemukan

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Erni Ermawati dari Bengawan Solo, Dukuh Padas, Desa Dari, Plupuh, Sragen, Jumat (8/2/2019). (Istimewa - BPBD Sragen)
08 Februari 2019 14:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah melakukan penyisiran di sepanjang Bengawan Solo, tim gabungan search and rescue (SAR) akhirnya menemukan jasad Erni Ermawati, 30, warga Dukuh Bulakrawe RT 010/RW 003, Desa Gedongan, Plupuh, Sragen, Jumat (8/2/2019) pukul 06.00 WIB.

Erni yang diduga mengalami gangguan jiwa itu terjun ke Sungai Bengawan Solo sepekan setelah pulang dari rumah sakit jiwa (RSJ), Kamis (7/2/2019). Jasadnya masih utuh saat ditemukan pada Jumat pagi.

Tim gabungan SAR yang melakukan pencarian sejak Kamis malam berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Surakarta serta dibantu potensi SAR lainnya. Operasi pencarian dikoordinasi Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono dan Kapolsek Plupuh AKP Sunarso.

“Awalnya tim SAR gabungan mendapat informasi dari warga yang melihat sosok mayat mengapung di pinggir Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Dukuh Padas, Desa Dari, Plupuh. Setelah dicek tim SAR gabungan, ternyata sosok mayat itu benar jasad Erni yang terjun ke sungai pada Kamis sore. Lokasi penemuan jenazah berjarak 2,36 km dari lokasi terjunnya Erni ke sungai di Dukuh Butuh, Gedongan,” ujar Sugeng saat dihubungi Solopos.com, Jumat siang.

Sugeng menjelaskan setelah mendapat informasi warga tim SAR gabungan langsung meluncur dengan menggunakan perahu karet dari posko induk di Dukuh Butuh. Penyisiran juga dilakukan dengan lewat darat.

Dia menjelaskan pukul 06.30 WIB dipastikan jenazah yang ditemukan di Padas itu benar merupakan jenazah Erni dan langsung dievakuasi. Setelah jenazah ditemukan, BPBD dan Basarnas Surakarta menutup operasi pencarian pada pukul 08.00 WIB.

Kapolsek Plupuh AKP Sunarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan langsung berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Sragen dan tim medis Puskesmas Plupuh untuk memeriksa kondisi jenazah. Dari hasil pemeriksaan, kata dia, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Jadi meninggalnya Erni murni disebabkan karena tenggelam di sungai. Erni diduga bunuh diri dengan cara terjun ke Bengawan Solo. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarganya. Keluarga korban menolak untuk autopsi jenazah. Keluarga langsung melanjutkan proses pemakaman pada hari itu juga,” jelas Sunarso.