Catat Jadwal Grebeg Nyadran Sadranan Cepogo Boyolali

Unsur Forkopimcam Cepogo, Boyolali, Selasa (9/4/2019), menunjukkan contoh tenong berisi makanan yang akan dibawa peserta Grebeg Sadranan yang akan digelar Minggu (14/4/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
10 April 2019 07:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Rangkaian tradisi sadranan di Kecamatan Cepogo, Boyolali tahun ini akan dibuka dengan agenda Grebeg Nyadran.

Grebeg Nyadran akan digelar Minggu (14/4/2019) di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB), kawasan depan Kantor Kecamatan Cepogo.

Camat Cepogo Insan Adi Asmono mengatakan kegiatan Grebeg Nyadran ini kali pertama diadakan. Sebelumnya, sadranan digelar di masing-masing desa tanpa ada penanda waktu dimulainya musim perayaan tersebut.

“Ini kali pertama. Sebelumnya tidak ada pembukaan,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui seusai rapat persiapan dengan perwakilan desa di aula kantor kecamatan setempat, Selasa (9/4/2019).

Salah satu tujuan digelarnya Grebeg Nyadran adalah untuk menambah kemeriahan sehingga diharapkan akan semakin banyak warga yang mengikuti serta mengundang wisatawan untuk menyaksikan tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun itu.

“Harapan kami pada akhirnya acara ini dapat terpelihara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Ketua panitia Grebeg Nyadran, Khomedi, mengatakan dalam Grebeg Nyadran itu masing-masing dari 15 desa yang ada di Cepogo membawa 21 tenong berisi makanan, 3 set tumpeng rosul, serta sebuah gunungan.

Pada acara yang rencananya dimulai pukul 07.00 WIB itu masyarakat dari desa masing-masing berkumpul di sepanjang jalan tersebut membawa makanan yang sudah ditentukan. “Nanti makanannya akan dijajar di jalanan, lalu ada kirab gunungan berbeda dari dua arah.

Kemasan Baru

Satunya arah adalah gunungan hasil bumi dan satu arah lagi gunungan makanan tradisional khas daerah setempat seperti sagon, wajik, jadah, apem dan sebagainya,” ujarnya.

Selanjutnya warga masyarakat makan bersama tetapi dan didahului dengan doa bersama.

“Di sela-sela acara juga akan dibacakan jadwal pelaksanaan sadranan di setiap desa sesuai yang telah dijadwalkan masing-masing. Jadi intinya grebeg  ini adalah pembukaan, tapi pelaksanaan sadranan di desa masing-masing dilakukan seperti yang sudah mereka jadwalkan.

Kaur Keuangan Desa Cabeankunti, Zaenal, berharap sadranan melalui kemasan baru ini akan lebih meriah. “Sebelumnya sadranan dilakukan masing-masing desa. Sekarang ada pembukaannya sehingga harapan kami ini akan lebih ramai,” ujar dia.