Bus Eka Gasak 3 Motor di Sragen, 1 Meninggal Dunia

Kondisi bus Eka yang terlibat kecelakaan di Jl. Ring Road Utara Sragen pada Rabu (10/4) malam terparkir di kompleks Mapolres Sragen, Kamis (11 - 4). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
11 April 2019 11:45 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Kecelakaan maut yang melibatkan bus Eka jurusan Surabaya-Magelang dengan tiga unit sepeda motor terjadi di Jl. Ring Road Utara, tepatnya di Desa Tlobongan, Sidoharjo, Sragen, Rabu (10/4/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di tempat kejadian, Kamis (11/4/2019), kecelakaan itu bermula ketika bus Eka berpelat nomor S 7539 US yang dikemudikan Eko P, 39, warga Juwangi, Kriyan, Sidoarjo, Jawa Timur melaju dari arah Pungkruk menuju Pilangsari. Sesampainya di lokasi, tiba-tiba bus itu oleng ke sebelah kanan yang menjadi jalur kendaraan roda dua dari arah berlawanan.

Bersamaan dengan itu, ban bus bagian depan sebelah kanan pecah. Bus itu sempat menabrak pohon, lalu menabrak pagar rumah warga, kembali menabrak pohon dan tiga unit sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Bus itu baru bisa berhenti setelah kembali menabrak pohon ketiga di lokasi.

"Saat itu saya sedang menonton TV di rumah. Tahu-tahu terdengar suara sret-sret dan diakhiri benturan cukup keras. Saya lalu mengecek keluar rumah ternyata ada bus yang berenti setelah terlibat kecelakaan," terang Warsono, warga Tlobongan, saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Berdasar pantauan di lokasi, tidak ditemukan noda bekas ban akibat pengereman. Bus itu kemungkinan melaju dengan kecepatan tinggi dan oleng ke sebelah kanan hingga sejauh sekitar 150 meter.

Tiga sepeda motor itu masing-masing dikendarai Agus, 18, warga Kedungwaduk Karangmalang Sragen, Galuh S. warga Jetak, Sidoharjo, Sragen, yang membawa serta Chiko Alvito, balita berusia 2,5 tahun, serta Partono, 44, warga Grompolan, Tangkil, Sragen, yang memboncengkan istrinya, Suprapti, 32.

"Motor terakhir, yang dipakai pasangan suami istri itu ringsek. Sang istri meninggal dunia di lokasi. Kebetulan saya masih punya hubungan saudara dengan korban. Mereka adalah karyawan pabrik di Purwosuman. Kebetulan mereka berdua dapat sif malam sehingga berangkat malam," jelas Warsono.

Setelah kejadian itu, jajaran Satlantas Polres Sragen bersama relawan dari PMI Sragen tiba di lokasi. Mereka lalu membawa pada korban ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Lima korban lainnya, termasuk sopir bus, mengalami luka-luka. Proses evakuasi Bus Eka itu berlangsung hingga Kamis pukul 03.00 WIB dini hari.

"Kondisi empat korban luka ringan, satu lainnya mengalami luka berat," terang Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi.

Sempat beredar kabar bila sebelum terlibat kecelakaan, bus Eka tersebut menjadi sasaran pelemparan batu oleh oknum tidak bertanggung jawab. Namun, hingga kini Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dani Permana, belum bisa dimintai konfirmasi terkait penyebab pasti terjadinya kecelakaan.