Puluhan Peserta Konvoi Kampanye di Sragen Kena Tilang

Polisi menggiring sejumlah pengendara motor peserta kampanye yang tak mengenakan helm masuk ke halaman Mapolsek Sidoharjo, Sragen, untuk diberi tilang, Sabtu (13/4 - 2019). (Solopos/Tri Rahayu)
13 April 2019 19:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Tim Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen menilang lebih dari 50 pengendara sepeda motor saat razia pelanggaran lalu lintas (lalin) dalam aksi konvoi massa pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan hadir dalam kampanye terbuka di Lapangan Nguwer, Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (13/4/2019).

Razia pelanggaran lalin tersebut dilakukan Satlantas dibantu polisi dari satuan lainnya di simpang tiga Pungkruk, simpang empat Nguwer, Duyungan, dan wilayah perkotaan. Puluhan pengendara motor terjaring razia karena tidak menaati peraturan lalin, di antaranya tak mengenakan helm dan cerobong knalpot dilepas sehingga menghasilkan suara bising yang memekakkan telinga.

Razia di simpang tiga Pungkruk dilakukan dengan mengalihkan arus lalu lintas. Arus lalu lintas dari arah Solo diarahkan menuju ring road utara. Sementara arus dari Sragen diarahkan lurus.

Massa peserta kampanye dari arah Sragen dilihat. Bila ditemukan ada peserta kampanye yang tidak mengenakan helm langsung diarahkan masuk halaman Polsek Sidoharjo. Demikian pula pengendara motor yang knalpotnya dilepas sambil menggleyer motornya juga dimasukkan ke halaman Polsek Sidoharjo. 

“Di dalam halaman Polsek sudah ada petugas Satlantas. Mereka yang memeriksanya. Untuk keterangan lebih lanjut ke Kapolres Sragen,” ujar AKP Agus Irianto, Kapolsek Ngrampal, yang kebetulan bertugas di simpang tiga Pungkruk atas perintah Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Di sela-sela pemeriksaan kelengkapan motor, tiba-tiba seorang peserta kampanye yang motornya ditilang pingsan. Laki-laki paruh baya itu langsung digotong ke lokasi parkiran yang teduh. Beberapa polisi yang semula memeriksa motor langsung membantu menyadarkan pria itu dengan mengoleskan minyak dan memijatnya. Setelah beberapa saat laki-laki tersadar dan diberi teh manis.

Sementara di persimpangan Nguwer, lalu lintas menjadi crowded dan terjadi penumpukan kendaraan berat di Jalan Solo-Sragen itu. Kapolres bersama Kasatlantas AKP Dani Permana Putra ikut mengatur lalu lintas bersama perwira lainnya. Kapolres juga membuat rekayasa lalu lintas agar kondisi di persimpangan itu tidak macet total.

“Arus dari selatan yang mau memotong jalan diarahkan untuk memutar dari arah barat. Semikian pula arus dari utara juga harus memutar dari arah timur. Kalau memotong jalan di persimpangan semua, arus menjadi macet total,” ujar Kapolres saat berbincang dengan solopos.com, Sabtu siang.

Di saat pengaturan lalin itu tiba-tiba ada sekelompok remaja dari arah barat berkonvoi dengan motor yang knalpotnya dilepas. Suaranya bising. Dua orang pemuda pengendara motor tanpa helm dan knalpot dilepas menggleyer di simpang empat itu.

Kasatlantas menghentikan dua orang itu. Satu orang diamankan sementara satu orang lainnya yang hendak kabur juga berhasil diamankan. Setidaknya ada empat motor yang disita polisi karena knalpotnya dilepas.

“Total ada 50-an motor yang ditilang karena melanggar lalu lintas. Kami belum menghitung totalnya. Yang jelas kami menerjunkan 300 personel untuk pengamanan kampanye terbuka di hari terakhir masa kampanye itu. Mulai besok, APK harus dibersihkan karena sudah masuk masa tenang,” katanya.