Stok Darah PMI Solo Menipis, Permintaan Hampir Tiga Kali Lipat

Aksi pendonoran darah (Bisnis/Dwi Prasetya)
16 Mei 2019 02:24 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Dalam sepekan terakhir, permintaan darah ke Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo terus mengalami peningkatan. Sekretaris PMI Cabang Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan jika sebelumnya berkisar di angka 100 kantong per hari, kini permintaan meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 250an. “Biasanya permintaan saat puasa rata-rata hanya 100 kantong per hari,” kata dia, kepada wartawan, Selasa (14/3/2019).

Sumartono mengaku belum mengetahui penyebab peningkatan permintaan itu. Namun, kondisi tersebut berdampak terhadap persediaan darah yang dimiliki PMI. Persediaan tersebut dikumpulkan sebelum bulan puasa. Hingga Selasa, persediaan darah yang tersisa sekitar 2.500 kantong. Padahal, awal Ramadan lalu berhasil mengumpulkan 4.000-an kantong.

“Kalau besok-besok permintaan kembali normal di angka 100-an kantong per hari, stok tersebut kami kira cukup sampai Lebaran. Tapi kalau tetap 250 kantong, atau hanya berkurang sedikit dari angka itu, kami khawatir persediaannya tidak akan cukup sampai Lebaran,” jelasnya.

Atas dasar itulah, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk sukarela mendonorkan darahnya. PMI, sambung Sumartono, juga siap jemput bola jika ada komunitas atau organisasi yang menginginkan donor darah di tempat. "Kami juga masih melayani donor darah rutin di beberapa mal, maupun unit keliling. Di markas juga kami layani 24 jam,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih berjanji segera berkoordinasi dengan PMI menyangkut persoalan ini. Ia juga meyakinkan tidak ada kejadian khusus yang bisa dihubungkan dengan peningkatan permintaan tersebut, beberapa hari terakhir.

Ning, sapan akrabnya, menduga banyaknya rumah sakit tipe B di Kota Bengawan menjadikannya rujukan bagi rumah sakit daerah sekitar. Di samping itu, PMI Solo juga aktif melayani permintaan darah dari kota lain.