Ditinggal Bikin Adonan Gorengan, Motor Warga Karanganyar Digondol Maling

Ilustrasi pencurian sepeda motor (Solopos/Whisnu Paksa)
12 Juni 2019 12:20 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR - Pencurian motor terjadi di tepi Jalan Mojo, tepatnya di Dukuh Nglinggo, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Selasa (11/6/2019).

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, aksi maling motor itu terekam kamera cctv gudang PT SKI Buran. Maling motor dua orang dan mengendarai sepeda motor matik. Mereka berboncengan dan melaju dari arah PG Tasikmadu ke arah jembatan Buran.

Sampai lokasi kejadian atau di depan salah warung depan gudang PT SKI Buran, mereka melihat motor terparkir. Motor diparkir di depan warung atau tepi jalan. Diduga saat melintas itulah, mereka melihat kunci sepeda motor masih tertancap. Dua pelaku berputar di depan gudang PT SKI Buran dan menggondol sepeda motor.

Sepeda motor Honda Vario plat nomor AD 2263 AUF warna hitam itu milik Nuryadi, 37, warga Dukuh Sambirejo, RT 002/RW 008, Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Nuryadi adalah pemilik warung itu. Nuryadi mengaku teledor karena meninggalkan kunci sepeda motor masih tertancap di lubang kunci motor.

"Biasanya enggak lupa. Hari itu lupa dan saya tinggal masuk warung untuk bikin adonan membuat gorengan. Saya jualan nasi, sayur, dan soto. Sudah satu tahun ini jualan di situ," kata Nuryadi saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Kebiasaan Nuryadi berangkat dari rumah di Ngargoyoso ke warung di Tasikmadu pukul 04.00 WIB. Warungnya terletak di Dusun Nglinggo, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu. Korban sampai warung pukul 04.30 WIB. Dia melakukan aktivitas rutin untuk bersiap membuka warung pukul 06.00 WIB. Sejumlah aktivitas yang dilakukan adalah menanak nasi, merebus air, dan menggoreng aneka gorengan.

Sekitar pukul 05.00 WIB korban ke rumah orang tua di Dusun Nglinggo untuk mengambil tahu dan gula pasir. Dia kembali ke warung pukul 05.30 WIB. Dia memarkir motor di depan pintu warung. Nahas, kunci motor masih tertancap di motor. Korban masuk ke warung untuk membuat adonan gorengan.

"Sekitar mau jam 06.00 WIB, saya di warung membuat adonan gorengan. Saya mendengar suara motor saya. Saya keluar dan sepeda motor sudah dibawa kabur. Pelaku ke arah PG Tasikmadu. Saya berusaha mengejar tetapi tidak bisa," tutur dia.

Nuryadi melaporkan kejadian itu ke Polsek Tasikmadu. Dia membeli sepeda motor itu pada November 2018 tunai. Dia mengaku bukan kali pertama warungnya disambangi maling. Itu kali keempat maling datang dan menggasak barang berharga miliknya. "Ini kali keempat. Yang tiga lainnya itu ambil uang receh, sembako, dan powerbank. Yang kali ketiga itu sebulan lalu. Malingnya lupa membawa handphone miliknya. Itu ketinggalan di warung. Sudah ketemu pelakunya masih sekolah," tutur dia.

Nuryadi mengaku kapok dan berharap motornya lekas ketemu. Sementara itu, Kapolsek Tasikmadu, AKP Murtiyoko, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menyampaikan polisi menerima laporan dari Nuryadi.

"Kami memproses laporan tersebut. Kami mencari saksi, mengecek TKP, dan melakukan penyelidikan sampai tuntas. Saya mengimbau seluruh pemilik motor agar hati-hati dan tidak meninggalkan motor dalam keadaan kunci masih tertancap di lubang kunci motor," katanya.