Pemberi Informasi Fiktif Pembunuhan Sugimin di Wonogiri Tak Diperkarakan, Ini Alasannya

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati (tiga dari kiri), merilis kasus pembunuhan Sugimin dengan tersangka Nurhayati Kustanti di Aula Mapolres Wonogiri, kawasan kota Wonogiri, Rabu (24/4/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
08 Juli 2019 04:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Penyidik Polres Wonogiri tidak memperkarakan pemberi informasi fiktif terkait pembunuhan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen, Sugimin, di Wonogiri sehari sebelum pencoblosan Pemilu 2019, April lalu.

Pembunuhan Sugimin awalnya dikira penemuan pria tak dikenal dalam keadaan sekarat di depan ruko sebelah utara SMPN 1 Wonogiri di Giritirto, Wonogiri. Hal itu berdasar keterangan warga setempat bernama Mugiono yang mengaku menemukan seorang pria dalam keadaan sakit parah di depan ruko miliknya.

Belakangan diketahui informasi tersebut hanyalah rekayasa karena pria yang kemudian diketahui sebagai caleg DPRD Sragen asal Partai Golkar, Sugimin, itu meninggal karena dibunuh menggunakan racun tikus.

Pembunuhnya adalah Nurhayati, warga Wonogiri, yang merupakan rekan bisnis sekaligus istri siri Sugimin. Sementara Mugiono tak lain adalah ayah kandung Nurhayati.

Kini, Nurhayati bersama suaminya, Nurwanto, yang terlibat dalam pembunuhan berencana itu mendekam di tahanan Mapolres Wonogiri menunggu kasus mereka disidangkan. Berkas kasus tersebut saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri dan masih diteliti penyidik Kejari.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Purbo Ajar Waskito, kepada Solopos.com, Minggu (7/7/2019), menyampaikan berdasar pengembangan, saat memberi informasi fiktif itu, Mugiono belum sampai tahap laporan resmi.

Selain itu, Mugiono tidak terlibat dalam pembunuhan yang direncanakan Nurhayati. Keterkaitan Mugiono dalam kasus tersebut sebagai orang yang menjemput Nurhati dan Sugimin dari Giriwoyo untuk dibawa ke IGD RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, 16 April dini hari.

Saat itu Sugimin dalam kondisi sudah tak sadarkan diri. Mugiono menjemput Nurhayati dan Sugimin menggunakan mobil bersama Nurwanto yang merupakan suami Nurhayati. Sebelumnya, Mugiono tak mengetahui perbuatan yang dilakukan Nurhayati.

Hingga suatu ketika Nurhayati berpesan kepada Mugiono jika ditanya orang rumah sakit atau polisi agar menjawab menemukan Sugimin di depan toko pakaiannya di utara SMPN 1 Wonogiri.

“Mugiono hanya memberi informasi, tak sampai melapor resmi, jadi kami tak bisa menjeratnya dengan laporan palsu. Dia sebagai saksi saja,” kata Purbo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Seperti diketahui, Nurhayati meminta Mugiono memberi informasi fiktif agar polisi tak mengaitkan Sugimin dengan dirinya. Jika skenario itu berhasil Nurhayati tak akan tersentuh.

Namun, akhirnya polisi dapat membongkar cerita rekayasa tersebut. Calon doktor itu lah yang membunuh Sugimin dengan cara meracuninya dengan racun tikus, karena jengkel dimintai uang yang totalnya mencapai Rp750 juta.

Menurut Nurhayati, uang itu untuk keperluan pemenangannya dalam Pemilihan Anggota DPRD Sragen 2019-2024. Sugimin dibunuh menggunakan racun tikus oleh Nurhayati pada 15 April 2019. Saat melakukan perbuatan tersebut, Nurhayati dibantu suaminya, Nurwanto.