Bakul Pakaian di Masaran Sragen Rugi 300 Juta karena Rumah Terbakar

Tim Pemadam Kebakaran Satpol PP Sragen dan BPBD Sragen memadamkan api yang membakar rumah Mubin Jamil di Dukuh Gronong RT 002, Desa Sidodadi, Masaran, Sragen, Kamis (8/8 - 2019). (Istimewa/BPBD Sragen)
09 Agustus 2019 09:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Mubin Jamil, 30, warga Gronong RT 002, Sidodadi, Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menderita kerugian sekitar Rp300 juta setelah rumahnya ludes terbakar, Kamis (8/8/2019) sore. Kebakaran di rumah milik bakul pakaian itu diduga akibat korsleting.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang menghanguskan rumah berpenghuni enam orang itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, kepada solopos.com, Kamis malam, mengungkapkan kebakaran berawal saat Tarni, 50, tetangga korban, mendengar suara letusan dari luar rumahnya.

Ketika keluar rumah, Tarni melihat api sudah membesar dan melalap rumah Mubin disertai dengan asap hitam mengepul ke udara. Tarni berteriak meminta tolong warga. Atas kejadian itu warga setempat langsung menghubungi tim pemadam kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen.

“Saat itu rumah korban kosong karena ditinggal ke masjid. Tim Pemadam dan BPBD langsung mendatangi lokasi dan memadamkan api. Mubin tinggal bersama istri, Titik Suwarti, 40, dan empat orang anaknya. Titik mengalami shock berat saat melihat kondisi rumahnya. Selain rumah, barang dagangan pakaian senilai Rp40 juta ikut hangus terbakar bersama surat-surat berharga,” ujarnya.

Sugeng menyampaikan kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. Akibat kejadian itu keluarga korban terpaksa mengungsi ke rumah orang tua di Dukuh Waru RT 044, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubbag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi, menyampaikan berdasarkan laporan warga tim Polsek Masaran dan tim identifikasi Polres Sragen mendatangi lokasi kejadian untuk olah kejadian perkara.

“Dari hasil olah TKP, kebakaran itu diduga disebabkan korsleting. Saat pemadaman, ada tiga unit mobil pemadam yang datang ke lokasi. Kerugian total memang Rp300 juta,” ujarnya.