Petugas Temukan Cacing Hati Dan Paru-paru Pneumonia Pada Hewan Kurban di Sukoharjo

Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengecek hati sapi kurban di Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo pada Minggu (11/8/219). Dalam pengecekan itu petugas mendapati cacing hati pada sapi kurban tersebut.(Indah Septiyaning W. - Solopos)
11 Agustus 2019 12:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO - Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menyebar petugas pemeriksa daging kurban (post mortem) ke sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban pada Iduladha, Minggu (11/8/2019). Hasilnya petugas menemukan cacing hati dan paru-paru pneumonia di hewan kurban yang disembelih di sejumlah lokasi.

Petugas yang mengetahui temuan tersebut meminta kepada mesyarakat agar membuang dan menimbunnya agar tak menimbulkan penyakit. Kepala UPT Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Drh Leni Sri Lestari mengatakan ada sebanyak50-an orang petugas yang disebar ke masjid-masjid dan tempat penyembelihan hewan di Kabupaten Sukoharjo. Petugas tersebut disebar di 12 kecamatan. Dari hasil pemeriksaan petugas menemukan cacing hati dan paru-paru pneumonia di beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban di wilayah Sukoharjo.

Menurutnya, jeroan yang telah terinfeksi cacing hati akan berdampak buruk pada kesehatan jika dimakan. Karenanya tidak boleh diberikan kepada masyarakat. "Hati yang mengandung cacing sesuai prosedur dipisahkan dan dibuang dengan cara dikubur," ujarnya ketika dijumpai wartawan saat melakukan pengecekan hewan kurban di Masjid Agung Baiturrahman.

Dia meminta kepada masyarakat agar lebih hati-hati saat memasak hewan kurban, terutama organ hati. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukannya, masih ditemukan pada organ hati hewan kurban penyakit cacing hati. Selain itu paru paru hewan kurban yang berpenyakit pneumonia.

"Sebaiknya apabila sudah jelas ditemukan cacing, jangan dikonsumsi. Dibuang atau ditimbun. Karena meski dimasak dengan suhu tinggi tetap tidak mati," katanya.

Apalagi, lanjut dia masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan cacing hati di organ hewan kurban. Efek mengonsumsi cacing hati, awalnya tidak terasa apa-apa. Namun, lambat laun bisa membuat orang tersebut pusing dan mual-mual. Dia mengungkapkan cacing hati ini berasal dari pakan rumput yang tertempel cacing dan dimakan oleh sapi ataupun domba. Kondisi ini baru dapat diketahui ketika hewan kurban yang terinfekai cacing hati dipotong, sebab tidak bisa terlihat secara kasat mata.

Takmir Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo Anwar Fauzi mengatakan ada temuan hati sapi yang mengandung penyakit cacing hati dan paru-paru berpenyakit pneumonia pada hewan kurban yang disembelih di masjid tersebut.

Temuan ini kemudian langsung disingkirkan dan dipendam sesuai dengan arahan dari pihak Dinas Pertanian dan Perikanan. Hal ini lantaran hati sapi yang ditemukan cacing hati tidak boleh dibagikan kepada masyarakat.

"Temuan cacing hati pada hewan kurban langsung kita kuburkan. Jadi tidak dibagikan ke masyarakat," katanya.

Total secara keseluruhan jumlah hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Iduladha tahun ini ada delapan sapi dan sembilan hewan kambing. Daging kurban ini dibagikan kepada masyarakat sekitar masjid.