Soloraya
Senin, 3 Juni 2024 - 20:10 WIB

Stok Air di Daerah Rawan Kekeringan Mulai Menyusut, BPBD Klaten Siapkan Bantuan

Taufiq Sidik Prakoso  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi air bersih. (Freepik.com)

Solopos.com, KLATEN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mulai mengambil ancang-ancang mengantisipasi dampak musim kemarau salah satunya krisis air bersih di daerah langganan kekeringan. Petugas BPBD sudah disebar ke beberapa daerah langganan krisis air bersih untuk memastikan ketersediaan air.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menjelaskan tim BPBD beberapa waktu terakhir mengecek ke tempat penampungan air di beberapa desa. Dari pengecekan itu diketahui ketersediaan air di bak penampungan umum relatif masih ada meskipun volumenya mulai berkurang.

Advertisement

Diperkirakan, ketersediaan air di bak penampungan umum masih mencukupi untuk 10 hari mendatang. Apalagi beberapa waktu terakhir masih turun hujan di wilayah Klaten.

Namun demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan BPBD Klaten di antaranya dengan alokasi anggaran melalui APBD Klaten untuk penyaluran bantuan air ke daerah rawan kekeringan. Alokasi anggaran yang disiapkan sekitar Rp250 juta dan diperkirakan cukup untuk penyediaan 500 tangki air.

Ditanya permintaan bantuan air bersih, Syahruna menjelaskan sudah ada satu desa yang mengajukan permintaan bantuan untuk mengisi satu bak penampungan umum. Namun, belum ada pengajuan permintaan air bersih lagi.

Advertisement

BPBD Klaten memperkirakan jumlah desa yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih tahun ini berkurang. Apalagi, di beberapa daerah yang sebelumnya menjadi langganan krisis air bersih mulai teraliri air dari sumur Pamsimas maupun sambungan air PDAM.

Selain itu, kemarau tahun ini diprediksi tak sepanjang kemarau tahun lalu. “Sesuai perkiraan BMKG, musim kemarau berlangsung selama empat hingga lima bulan,” kata Syahruna saat dihubungi Solopos.com, Senin (3/6/2024).

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, ada 26 desa yang tersebar di 10 kecamatan yang terdampak krisis air bersih tahun lalu atau pada 2023. Sepuluh kecamatan itu meliputi Bayat, Kemalang, Jatinom, Karangdowo, Wedi, Prambanan, Trucuk, Karangnongko, Cawas, dan Gantiwarno.

Advertisement

Jumlah total air bersih yang didistribusikan selama tujuh bulan sejak Juni hingga Desember 2023 hampir 1.000 tangki atau tepatnya 964 tangki setara 4,8 juta liter air bersih.

Sebanyak 724 tangki air bersih di antaranya dari BPBD Klaten. Kemudian 240 tangki didistribusikan oleh elemen masyarakat. Sementara itu, jumlah penerima manfaat bantuan air bersih selama 2023 sebanyak 8.442 keluarga atau 30.176 jiwa.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif