SOLOPOS.COM - Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Agista Ryan Mulyanto. (Solopos/Ni’matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI — Satlantas Polres Boyolali mencatat ada dua area blackspot atau lokasi paling rawan kecelakaan di Boyolali. Dua lokasi tersebut yaitu Ampel dan Ngemplak.

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Agista Ryan Mulyanto, menyampaikan kedua area blackspot tersebut berdasarkan catatan satu tahun terakhir.

Promosi Selamat! Direktur Utama Pegadaian Raih Penghargaan Best 50 CEO 2024

“Yang satu di Kaligentong, Ampel. Kemudian satunya ada di Donohudan, Ngemplak. Itu berdasarkan data IRSMS [Integrated Road Safety Management System] kami selama satu tahun terakhir,” kata AKP Agista saat ditemui Solopos.com di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Senin (4/12/2023).

Ia mengatakan Satlantas Polres Boyolali mendata kemudian membahas angka kecelakaan dalam forum lalu lintas. Lalu di forum itu dilakukan analisis apakah di lokasi-lokasi kecelakaan membutuhkan rambu atau sarana prasarana jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah blackspot Boyolali.

“Disebut blackspot karena rawan. Jadi setiap ada kecelakaan, pasti itu kami beri titik berdasarkan GPS. Ada yang namanya IRSMS, di sana ada poin-poinnya, nanti dari poin tersebut ada standardisasi mana titik dinyatakan blackspot atau tidak. Misal poin tersebut berada di atas nilai tertentu, itu blackspot,” jelas dia.

Ditanya angka kerawanan kecelakaan lalu lintas di dua area blackspot Boyolali tersebut, Agista menyatakan masih perlu pengecekan lebih lanjut. Lebih lanjut, Agista juga menyampaikan akan mengadakan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk membahas pengamanan dua area blackspot itu saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024.

Instansi yang dilibatkan meliputi Dishub, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan sebagainya. Ia menyampaikan nantinya akan ada program quick response, sehingga ketika terjadi kecelakaan di dua lokasi blackspot Boyolali itu, penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tidak mengakibatkan kemacetan.

Pendataan SIM Warga

Sebelumnya, dalam rapat bersama Dishub Boyolali dan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Tengah, Senin, Agista mengungkapkan ada beberapa program untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas.

Pertama, Satlantas Polres Boyolali telah memetakan area blackspot. Selanjutnya, terdapat program Jumat Sehat Selamat menggandeng Dishub dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali untuk memotong benda-benda yang menghalangi rambu lalu lintas.

Lalu, untuk mengakali keterbatasan personel Satlantas Polres Boyolali di 22 kecamatan, telah dihimpun data lewat Google Form terkait kendala-kendala apa yang ditemui di jalan.

“Semisal ada jalan rusak, ada rambu yang rusak, kemudian ada rambu yang tertutup benda asing, itu kami data. Itu [Google Form] kami share kepada Polsek-Polsek dan Bhabinkamtibmas karena mereka akan tersebar di seluruh wilayah Boyolali,” kata dia.

Dari data tersebut, Satlantas Polres Boyolali akan merekap setiap bulannya. Kemudian, akan menyurati instansi terkait yang berwenang menangani.

Program selanjutnya untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di Boyolali adalah mengintensifkan patroli baik siang dan malam. Satlantas Polres Boyolali juga berencana mendata dari SIM warga Boyolali yang menjelang kedaluwarsa atau sudah habis masa berlakunya agar segera memperbarui.

Pilot project pendataan tersebut akan dimulai di Kecamatan Boyolali. “Jangan sampai kecelakaan tidak terkaver Jasa Raharja. Ada enam jenis kecelakaan yang tidak terkaver Jasa Raharja. Salah satunya karena tidak memiliki SIM,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya