Soloraya
Rabu, 3 Januari 2024 - 20:17 WIB

Kena Polio, Bocah Manisrenggo Klaten Ternyata Sudah Imunisasi tapi Tak Lengkap

Taufiq Sidik Prakoso  /  Suharsih  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi imunisasi polio pada anak. (Dok Solopos)

Solopos.com, KLATEN — Bocah enam tahun asal Manisrenggo, Klaten, yang terkonfirmasi positif terjangkit virus polio ternyata sudah pernah diimunisasi polio tetapi tidak lengkap.

“Harusnya imunisasi ada empat kali. Sepertinya baru dapat imunisasi dua kali karena mungkin juga sering perjalanan pulang-pergi [Klaten-Madura],” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, Rabu (3/1/2024).

Advertisement

Diinformasikan sebelumnya, bocah asal Manisrenggo, Klaten, tersebut diketahui positif polio setelah mengalami demam empat hari sepulang dari salah satu kabupaten di Pulau Madura ke Klaten pada Desember 2023 lalu.

“Di sana [Madura] selama 1,5 bulan kemudian pulang ke Klaten,” kata Anggit. Setelah empat hari di Klaten, anak tersebut tiba-tiba demam. Setelah demam turun, anak itu mengalami penurunan kekuatan pada kakinya atau kelumpuhan.

Advertisement

“Di sana [Madura] selama 1,5 bulan kemudian pulang ke Klaten,” kata Anggit. Setelah empat hari di Klaten, anak tersebut tiba-tiba demam. Setelah demam turun, anak itu mengalami penurunan kekuatan pada kakinya atau kelumpuhan.

Anak tersebut lalu dibawa ke RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Pada 20 Desember 2023, keluar hasil dari laboratorium biofarma yang menyatakan bocah asal Manisrenggo, Klaten, itu tersebut positif polio.

Menindaklanjuti temuan kasus itu, petugas kesehatan kemudian melakukan pengambilan sampel feses dari 30 anak sehat di sekitar tempat tinggal bocah yang dinyatakan positif terinfeksi virus polio.

Advertisement

Begitu juga dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur (Jatim) karena bocah Manisrenggo, Klaten, yang terkena polio itu sebelumnya melakukan perjalanan dan sempat berada di wilayah Jatim tepatnya Kabupaten Sampang di Pulau Madura.

“Memang di sana sudah ditemukan virus polio di lingkungan. Jadi di Sampang itu di lingkungan [sanitasi] ditemukan virus, tetapi tidak ada temuan kasus positif [pada orang],” jelas Anggit.

Mengutip informasi dari infeksiemerging.kemkes.go.id, polio menyebar melalui kontak orang ke orang. Ketika seorang anak terinfeksi virus polio liar, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus.

Advertisement

Penularan Virus Polio

Virus kemudian dibuang ke lingkungan melalui feses atau tinja dan virus dapat menyebar dengan cepat melalui komunitas, terutama dalam situasi kebersihan dan sanitasi yang buruk.

Virus tidak akan menginfeksi dan akan mati bila menyerang seorang anak yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap. Polio dapat menyebar ketika makanan atau minuman terkontaminasi oleh feses yang mengandung virus tersebut.

Ada juga bukti bahwa lalat dapat secara pasif memindahkan virus polio dari feses ke makanan. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus polio tidak memiliki tanda-tanda penyakit dan tidak pernah sadar bahwa mereka telah terinfeksi.

Advertisement

Orang-orang tanpa gejala ini membawa virus dalam usus mereka dan dapat menyebarkan infeksi ke ribuan orang lain. Anggit mengatakan imunisasi menjadi upaya untuk mencegah terjangkit virus tersebut.

Ketika sudah mendapatkan vaksinasi secara lengkap, tubuh diharapkan kebal terhadap serangan virus. Lantaran hal itu, dia mengimbau warga tak perlu resah selama anak sudah mendapatkan imunisasi polio secara lengkap.

“Kami tetap mengimbau warga tetap menjaga PHBS [perilaku hidup bersih dan sehat] serta menjaga sanitasi lingkungannya,” kata Anggit.

Vaksin polio ada dua jenis yakni oral dan suntik. Mengutip idai.or.id, vaksin polio oral (OPV) diberikan saat usia 2, 4, 6, dan 18 bulan (atau usia 2, 3, 4 bulan sesuai program pemerintah).

Sedangkan untuk vaksin polio suntik (IPV) diberikan pada usia 2, 4, 6-18 bulan, dan 6-8 tahun. Apabila imunisasi polio terlambat diberikan, jangan mengulang pemberiannya dari awal.

Tetapi lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal, tidak peduli berapa pun interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya.

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif