19 Siswa SMP dan SMK di Wonogiri Terjaring Operasi Bolos Sekolah

Belasan siswa diberi pembinaan di tempat bermain play station (PS) di Jatisrono, Wonogiri, Jumat (14/9/2019) lalu. (Istimewa - Humas Polres Wonogiri)
16 September 2018 17:40 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Tim gabungan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi, dan Kantor Kesbangpol Wonogiri menggelar operasi pelajar bolos sekolah, Kamis-Jumat (13-14/9/2019), pukul 08.00 WIB-13.00 WIB. Sebanyak 19 siswa MTs dan SMK terjaring operasi karena kedapatan berkumpul di tempat bermain play station (PS).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, tim menjaring delapan siswa MTs yang bermain PS saat operasi di Jatisrono, Kamis. Mereka mengaku membolos sekolah.

Selain di Jatisrono, hari itu tim menggelar operasi di Sidoharjo dan Jatiroto. Tim tak mendapati pelajar bolos sekolah saat menggelar operasi di dua kecamatan tersebut.

Kemudian, tim menjaring 11 siswa MTs dan SMK saat menggelar operasi di Jatisrono dan Jatipurno, Jumat. Mereka juga mengaku membolos sekolah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri, Waluyo, kepada Solopos.com, Minggu (16/9/2019), mengatakan operasi digelar untuk mencegah terjadinya tawuran antarpelajar atau kenakalan remaja lainnya. Tim memberi pembinaan kepada pelajar yang terjaring operasi.

Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tak mengulangi perbuatan lagi. Mereka dibawa ke sekolah untuk dibina lebih lanjut oleh sekolah.

Atas kejadian itu Waluyo mengaku prihatin. Pihaknya bersama instutusi terkait akan rutin menggelar operasi serupa untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

Batasi Pengunjung

Terlebih, remaja rentan terkontaminasi perilaku tak baik, seperti pergaulan bebas, minum minuman keras, bahkan penyalahgunaan narkoba.

“Kalau berada di luar sekolah mereka rentan berperilaku tak terkontrol, seperti tawuran. Kalau sudah seperti itu perilaku mereka akan meresahkan warga,” kata Waluyo.

Dia meminta pengelola tempat bermain PS membatasi pengunjung. Remaja yang datang saat jam pelajaran sekolah berlangsung patut diduga adalah siswa yang membolos. Pengelola sebaiknya tak memperbolehkan mereka bermain PS. Selama ini siswa leluasa bermain PS karena pengelola tak punya aturan tegas.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Hariyanto, mengatakan operasi pelajar bolos sekolah juga untuk menciptakan kondusivitas keamanan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pelajar yang terjaring operasi mayoritas satu sekolahan.

Setelah memberi pembinaan, mereka dibawa ke sekolah masing-masing. Selanjutnya orang tua dipanggil agar mengetahui perbuatan anak-anak mereka. Diharapkan orang tua dapat membimbing dan mengarahkan anak supaya tak mengulangi perbuatan lagi.