Belum Ada Juknis, Kenaikan Gaji ASN Solo Bakal Dirapel

Ilustrasi menghitung uang rupiah (Bisnis/Rachman)
17 Maret 2019 12:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo hingga kini belum menerima petunjuk teknis ihwal kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) tahun ini. Kenaikan gaji tersebut akan dirapel begitu juknis turun.

Pemkot Solo siap mencairkan rapel kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) pada April mendatang. Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan kenaikan gaji tersebut sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

“Informasinya masih menunggu kelengkapan detail dari kenaikan gaji yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi [Kemepan RB]. Kemudian, lampiran data tersebut diverifikasi oleh setiap kementerian dan lembaga. Setelah itu, datanya akan dimasukkan ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. Kami menunggu regulasi, kami menyesuaikan itu lalu baru dicairkan,” kata dia kepada wartawan, pekan lalu.

Selain juknis, Pemkot juga menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak). Perihal waktu pencairan, Herman belum bisa memastikan.

“April itu saya juga belum bisa bilang pasti cair karena menunggu pusat. Itu juga termasuk informasi gaji ke-13 dan ke-14 atau Tunjangan Hari Raya [THR]. Kalau aturannya sudah keluar baru bisa bilang pasti,” ucap Herman.

Sebagai informasi, pemerintah menggelontorkan Rp215 triliun dari APBN 2019 untuk kebutuhan gaji aparatur sipil negara (ASN), termasuk di dalamnya PNS, TNI, dan Polri. Anggaran tersebut mencakup gaji dan tunjangan dengan perhitungan gaji pokok naik sebesar 5 persen, gaji ke-13, serta THR.

Pemerintah terakhir kali menaikkan gaji PNS pada 2015 sebesar 6 persen lewat PP No. 30/2015 tentang Perubahan Ke-17 Atas PP 7/1977 tentang Peraturan Gaji PNS.